Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kupon ST008 Diperkirakan Capai 4,49 Persen

Mengacu pada imbal hasil atau yield obligasi Indonesia dengan tenor 2 tahun berada di level 4,03 persen, maka kupon ST008 diperkirakan masih berkisar pada level 4 persen tersebut. 
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 27 Oktober 2021  |  20:39 WIB
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Luky Alfirman (kiri),  Youtuber Indonesia, Atta Halilintar, dan Direktur Pembiayaan Syariah DJPPR KEmenkeu Dwi Irianti Hadiningdyah meluncurkan Sukuk Tabungan seri ST-003 secara online (e-SBN).  -  DPPR Kemenkeu.\\r\\n\\r\\n
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Luky Alfirman (kiri), Youtuber Indonesia, Atta Halilintar, dan Direktur Pembiayaan Syariah DJPPR KEmenkeu Dwi Irianti Hadiningdyah meluncurkan Sukuk Tabungan seri ST-003 secara online (e-SBN). - DPPR Kemenkeu.\\r\\n\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA – Ekonom memperkirakan kupon Surat Berharga Negara (SBN) ritel terakhir pada tahun ini yaitu Sukuk Tabungan (ST) seri ST008 hingga 4,49 persen dan masih menarik bagi para investor. 

Senior Economist Samuel Sekuritas, Fikri C. Permana mengungkapkan, melihat imbal hasil atau yield obligasi Indonesia dengan tenor 2 tahun berada di level 4,03 persen, maka kupon ST008 diperkirakan masih berkisar pada level 4 persen tersebut. 

“Karena yield SUN 2 tahun sekarang di level 4,03 persen, sementara ST008 ini untradable, maka kemungkinan akan diberikan yield antara 4,4 persen - 4,9 persen,” papar Fikri kepada Bisnis, Rabu (27/10/2021). 

Menurut Fikri, penawaran ST008 masih berproyeksi positif mengingat likuiditas individu yang hingga saat ini menurutnya cukup baik. 

“Kalau kita melihat dari jumlah kepemilikan individu saya pikir tahun ini peningkatannya juga cukup signifikan,” ungkapnya.

Jika melihat sifat ST yang tidak bisa diperdagangkan, Fikri mengungkapkan instrumen investasi dengan risiko yang hampir sama dengan sukuk tabungan adalah deposito berjangka 12 bulan. 

Maka menurutnya seri ST008 yang akan ditawarkan pemerintah pada awal November mendatang akan lebih menarik jika membandingkan kuponnya. Ditambah lagi, ada kemungkinan pajak ST008 jauh lebih rendah daripada instrumen serupa. 

Oleh karena itu, Fikri pun memperkirakan harapan permintaan ST008 mendatang sebesar Rp15 triliun - Rp25 triliun, mengingat minat investor ritel pada penawaran SBN sepanjang tahun cukup signifikan. 

Sebelumnya total pemesanan obligasi negara ritel (ORI) seri ORI020 tercatat berjumlah Rp15 triliun yang berada jauh di atas target pemerintah yang mematok jumlah pemesanan sebesar Rp10 triliun. 

Adapun, Direktur Pembiayaan Syariah DJPPR Kementerian Keuangan Dwi Irianti mengatakan penawaran ST008 akan dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, yakni mulai 1 November mendatang.

“Insya Allah penawaran masih on schedule seperti yang ditetapkan sebelumnya,” katanya saat dihubungi pada Rabu (27/10/2021).

Dwi mengatakan pihaknya optimistis animo masyarakat terhadap ST008 akan tetap besar. Hal ini seiring dengan tingkat likuiditas domestik yang masih cukup melimpah.

Selain itu, ST008 merupakan seri green sukuk ritel yang dananya akan digunakan untuk mendukung penyelamatan bumi.

Di sisi lain, ia memperkirakan jumlah penjualan ST008 tidak akan sebesar seri-seri SBN yang ditawarkan sebelumnya. Hal tersebut mengingat sifat ST008 yang tidak dapat diperdagangkan atau non tradeable.

“Selain itu, target pemerintah untuk seri ini juga tidak akan terlalu besar,” tambahnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sukuk tabungan ST008
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top