Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Wall Street Ambles Terseret Kebuntuan Plafon Utang AS

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup anjlok 1,63 persen ke 39.299,99, sedangkan indeks S&P 500 melemah 2,04 persen ke 4.352,63 dan Nasdaq Composite ambles 2,83 persen ke 14.546,68.
Seorang pelaku pasar tengah memantau pergerakan harga saham di bursa New York Stock Exchange (NYSE), New York, Amerika Serikat./Bloomberg
Seorang pelaku pasar tengah memantau pergerakan harga saham di bursa New York Stock Exchange (NYSE), New York, Amerika Serikat./Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Amerika Serikat dilanda aksi jual pada perdagangan Selasa (28/9/2021) di tengah meningkatnya kekhawatiran atas kebuntuan plafon utang pemerintah.

Dilansir Bloomberg, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup anjlok 1,63 persen ke 39.299,99, sedangkan indeks S&P 500 melemah 2,04 persen ke 4.352,63 dan Nasdaq Composite ambles 2,83 persen ke 14.546,68.

Pasar saham mengalami pelemahan terburuk sejak Mei setelah Gubernur Federal Reserve Jerome Powell dan Menteri Keuangan AS Janet Yellen dalam sesi sidang di Senat memperingatkan risiko default AS karena kegagalan menaikkan plafon utang.

Partai Republik menolak langkah Demokrat di Senat untuk menaikkan plafon utang, sehingga meningkatkan ketegangan kurang dari tiga pekan sebelum Departemen Keuangan berpotensi kehabisan kapasitas untuk mencegah default pembayaran federal.

Kepala manajemen investasi Commonwealth Financial Network Brian Price mengatakan banyak pihak mengharapkan ada kesepakatan mengenai plafon utang, namun kedua belah pihak saling berseberangan.

“Penutupan pemerintah [shutdown] adalah faktor risiko yang akan kita amati dalam beberapa hari dan pekan mendatang,” ungkap Price seperti dikutip Bloomberg, Rabu (29/9/2021).

Yellen memperingatkan bahwa Departemen Keuangan akan secara efektif kehabisan pendanaan pada 18 Oktober kecuali ada tindakan legislatif untuk menangguhkan atau meningkatkan plafon utang.

Pernyataan panas dari Senator Elizabeth Warren juga membebani pasar. Setelah mengkritik Powell terhadap rekam jejaknya atas regulasi keuangannya, Warren mengatakan Powell adalah pemimpin The Fed " yang berbahaya”  dan itulah mengapa dia akan menentang pencalonannya kembali.

Indeks S&P 500 melanjutkan aksi jual, dengan saham teknologi berkinerja lebih buruk dibandingkan emiten yang sensitif secara ekonomi. Indeks Nasdaq jatuh paling dalam sejak Maret.

Sementara itu, imbal hasil obligasi Treasury 30-tahun naik lebih dari 10 basis poin. Dolar menguat. Brent tergelincir dari level tertinggi tiga tahun di atas US$80 per barel, terseret oleh penurunan ekuitas AS.

Micron Technology Inc, produsen chip memori terbesar di AS, jatuh pada akhir perdagangan setelah memberikan perkiraan yang tidak menggembirakan. Hal ini menjadi tanda bahwa peningkatan permintaan untuk semikonduktor komputer dan teleponnya akan berkurang.

Sementara itu, indeks kepercayaan konsumen AS turun pada September 2021, penurunan tiga bulan berturut-turut yang menunjukkan kekhawatiran atas varian delta dan kenaikan harga yang terus meredam sentimen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper