Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Wijaya Karya (WIKA) Siapkan Belanja Modal Bisnis Bandara Rp6,9 Triliun

WIKA akan menjalankan kegiatan usaha penyelenggaraan kebandarudaraan termasuk investasi pada Bandara Internasional Hang Nadim Batam.
Bandara Hang Nadim, Batam. /batam-airport.com
Bandara Hang Nadim, Batam. /batam-airport.com

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten kontraktor PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. akan mengeluarkan total belanja modal atau capital expenditure senilai Rp6,9 triliun untuk bisnis baru di bidang penyelenggaraan kebandarudaraan.

Direktur Human Capital dan Pengembangan Wijaya Karya Mursyid menjelaskan perseroan masuk ke bisnis bandara bersama PT Angkasa Pura I dan Incheon International Airport Corporation.

Di dalam Konsorsium A1-IIAC-WIKA tersebut, emiten dengan kode saham WIKA ini menggenggam kepemilikan saham sebesar 19 persen, Incheon 30 persen, dan Angkasa Pura I 51 persen.

“Total capex yang akan kami pakai adalah sebesar Rp6,9 triliun hampir Rp7 triliun di mana khusus untuk WIKA dengan porsi 19 persen ini untuk ekuitasnya sekitar Rp170 miliar,” kata Mursyid dalam paparan publik, Rabu (8/9/2021).

Adapun, WIKA berencana membayarkan modal sekitar Rp110 miliar ke dalam konsorsium pada 2022 dan sisanya akan dibayarkan pada 2023 dan 2024.

Saat ini, Mursyid menambahkan, perseroan tengah dalam tahap membentuk badan usaha pelaksana yang diharapkan dapat terbentuk pada akhir November 2021 dan berlaku efektif pada April 2022.

Lebih lanjut, bisnis yang dijalankan WIKA di bidang kebandarudaraan ini meliputi bisnis pengelolaan bandara termasuk melakukan renovasi terminal yang sudah ada sekaligus mengelola kargo di Bandara Hang Nadim di Batam dengan sistem profit sharing.

“Untuk yang aero dan nonaero itu 30 persen ke pemimpin bandara yaitu BP Batam, dan untuk kargo 60 persen,” imbuh Mursyid.

Dalam keterbukaan informasi, Sekretaris Perusahaan Wijaya Karya Mahendra Vijaya menjelaskan perseroan akan menjalankan kegiatan usaha penyelenggaraan kebandarudaraan termasuk investasi pada Bandara Internasional Hang Nadim Batam dengan masa pengelolaan 25 tahun.

Adapun, WIKA telah memeroleh penunjukan dari Panitia Pengadaan Proyek KPBU Bandara Hang Nadim di bawah Badan Pengusahaan Kawasan Batam (BP Batam). Di sana, WIKA akan melaksanakan kegiatan manajemen infrastruktur bandara dan penunjangnya.

Lebih lanjut, Mahendra menjabarkan, rencana perseroan menjalankan kegiatan usaha di bidang kebandarudaraan merupakan salah satu upaya pengembangan bisnis.

Pasalnya, usaha bandar udara memiliki potensi dan fungsi sebagai akses perhubungan internasional. Dengan mengelolanya, WIKA diharapkan dapat menambah portofolio proyek strategis.

Adapun, manfaat lainnya yang akan diterima WIKA dari lini usaha baru ini adalah perolehan omset kontrak konstruksi atas hak right to match, potensi mendapat pendapatan berulang selama masa kerjasama, potensi aset recycling, hingga mendapatkan transfer pengetahuan dalam bisnis aviasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dwi Nicken Tari
Editor : Farid Firdaus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper