Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Duta Pertiwi (DUTI) Pasang Strategi Hati-hati Tambah Land Bank

Saat ini DUTI memiliki tanah seluas 538 hektare di Grand Wisata Bekasi dan 358 hektare di Kota Wisata Cibubur.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 07 September 2021  |  19:27 WIB
Duta Pertiwi (DUTI) Pasang Strategi Hati-hati Tambah Land Bank
ITC-BSD Serpong - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten properti PT Duta Pertiwi Tbk. mengungkapkan bakal lebih berhati-hati dalam melakukan akuisisi lahan untuk ekspansi.

Teky Mailoa, Direktur Utama Duta Pertiwi, mengatakan saat ini perseroan masih memiliki total cadangan lahan (land bank) seluas 1.000 hektare. Adapun, emiten dengan kode saham DUTI ini memiliki tanah seluas 538 hektare di Grand Wisata Bekasi dan 358 hektare di Kota Wisata Cibubur.

“Kami juga memiliki dua lokasi untuk ekspansi ke depan seluas 130 hektare. Kami masih ingin tetap berhati-hati mengelola keuangan, ekspansi tanah kalau tidak ada urgensi kami memilih pending,” kata Teky dalam paparan publik, Selasa (7/9/2021).

Adapun, emiten dengan kode saham DUTI ini mulai mengembangkan township di Grand Wisata Bekasi mulai 2005 di lahan seluas 1.100 hektare. Saat ini, tanah yang sudah dikembangkan mencapai 360 hektare dan pada 2020 total penjualan tercatat sebanyak 384 unit senilai Rp624 miliar.

Sedangkan Kota Wisata Cibubur sudah dikembangkan lebih dulu sejak 1996 dengan total area pengembangak 543 hektare. Tanah seluas 362 hektare sudah dikembangkan dan total penjualan pada 2020 tercatat sebanyak 147 unit senilai Rp341 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2021, DUTI membukukan penurunan pendapatan usaha sebesar 2,29 persen menjadi Rp701,26 miliar dari sebelumnya Rp717,76 miliar.

Namun, perseroan membukukan kenaikan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 81,38 persen menjadi Rp285,44 miliar dari sebelumnya Rp157,37 miliar.

Adapun, kenaikan laba bersih juga ditopang oleh keuntungan dari akuisisi saham entitas anak senilai Rp153,99 miliar.

Dilihat dari kontributor pendapatan, penjualan tanah, rumah tinggal, dan ruko mengalami kenaikan 10,58 persen menjadi Rp398,31 miliar dari periode yang sama tahun lalu Rp360,18 miliar.

Sedangkan pendapatan sewa, hotel, arena rekreasi, dan lain-lain masih terkoreksi masing-masing 15,08 persen, 61,19 persen, 100 persen, dan 4,90 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

duta pertiwi emiten properti grup sinarmas
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top