Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Harga Minyak Anjlok Terpukul Lonjakan Covid-19 Varian Delta

Struktur pasar minyak mendapat pukulan dari Delta. Permintaan minyak global tiba-tiba berbalik arah Juli lalu, turun sedikit setelah melonjak 3,8 juta barel per hari pada Juni.
Minyak WTI/Reuters
Minyak WTI/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Harga minyak dunia mengalami penurunan pada Kamis (12/8/2021) waktu setempat, di tengah munculnya kekhawatiran terhadap permintaan minyak.

Mengutip Antara, Jumat (13/8/2021), harga West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September mengalami penurunan 16 sen menjadi pada US$69,09 per barrel di Bursa New York Mercantile.

Minyak mentah Brent untuk pengiriman Oktober turun 13 sen ditutup pada US$71,31 per barrel di Bursa berjangka London ICE.

Perubahan tersebut menyusul penyataan Badan Energi Intenasional (International Energy Agency/IEA) yang menyebutkan penyebaran Covid-19 varian Delta akan berpengaruh pada pemulihan permintaan minyak.

"Permintaan minyak global 3,8 mb/hari pada Juni, ditarik oleh mobilitas permintaan di Amerika Utara dan Eropa," ujar IEA dalam laporan bulanannya.

Namun, IEA menegaskan pertumbuhan permintaan pada Juli berbalik dan prakiraan untuk 2021 telah diturunkan menyusul progres pandemi dan revisi data.

Mengutip Bloomberg, Delta telah menghentikan reli minyak setelah rebound cepat dari pandemi di ekonomi besar seperti AS membantu mendorong harga lebih dari 50 persen naik selama semester I/2021.

Kekhawatiran terbesar adalah gejolak di China, di mana pihak berwenang telah mengambil pendekatan agresif untuk menahan wabah meskipun memiliki salah satu tingkat vaksinasi tertinggi di dunia.

Struktur pasar minyak juga mendapat pukulan dari Delta. Permintaan minyak global tiba-tiba berbalik arah bulan lalu, turun sedikit setelah melonjak 3,8 juta barel per hari pada Juni, menurut data IEA.

Penurunan konsumsi terjadi karena OPEC+ menaikkan produksi dengan tujuan untuk terus menghidupkan kembali semua produksi yang terhenti selama pandemi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Newswire
Editor : Farid Firdaus
Sumber : Antara/Bloomberg
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper