Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Hijau Merespons Data Ekonomi RI dan Jelang Listing Bukalapak Besok

Sebanyak 233 saham ditutup menguat, 281 saham terkoreksi, sedangkan 142 saham terpantau stagnan pada akhir perdagangan hari ini.
Karyawati beraktivitas di sekitar grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (4/6/2020). Bisnis/Arief Hermawan P
Karyawati beraktivitas di sekitar grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (4/6/2020). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau menguat selama perdagangan hari ini, Kamis (5/8/2021).  Sejumlah sentimen positif termasuk keluarnya Indonesia dari resesi dan jelang pencatatan saham perdana PT Bukalapak.com (BUKA) besok turut menyelimuti gerak IHSG.

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG terpantau parkir di level 6.205,42 naik 0,75 persen atau 46,38 poin. Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak dalam kisaran 6.173,57-6.218,65. 

Pada penutupan, tercatat total transaksi mencapai Rp17,05 triliun, dengan nilai beli bersih atau net buy investor asing sebesar Rp850,06 miliar.

Melalui seluruh konstituen sebanyak 233 saham ditutup menguat, 281 saham terkoreksi, sedangkan 142 saham terpantau stagnan pada akhir perdagangan hari ini.

Investor asing tercatat paling banyak memborong saham perbankan yaitu BBRI sebanyak Rp235,9 miliar, BBCA sebanyak Rp142,8 miliar, dan saham BMRI sebanyak Rp34,9 miliar. 

Selain itu, saham PT Telefast Indonesia Tbk. (TFAS) juga diborong investor asing sebanyak Rp89,7 miliar. Saham TFAS pun menguat 0,90 persen atau 50 poin ke posisi 5.600 

Di sisi lain, investor asing tampak melakukan aksi jual pada saham BFIN sebanyak Rp75,4 miliar, ADRO sebanyak Rp35,9 miliar, dan MEDC sebanyak Rp22,0 miliar. 

Guru Besar Keuangan dan Pasar Modal Universitas Indonesia Budi Frensidy mengungkapkan terdapat beberapa sentimen positif pendorong positifnya pergerakan IHSG dalam beberapa hari ini. 

“Ada efek positif [pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 7,07 persen di kuartal II/2021] ke IHSG untuk saat ini,” sebut Budi kepada Bisnis, Kamis (5/8/2021). 

Selain itu pergerakan IHSG yang terus hijau pada pekan ini ungkap Budi juga ditopang oleh masuknya dana asing ke pasar modal. Seterusnya Budi mengungkapkan bahwa membaiknya laporan keuangan banyak emiten pada kuartal II/2021 juga merupakan sentimen positif pergerakan IHSG. 

Kemudian juga penguatan rupiah ungkap Budi, dan semakin banyaknya masyarakat yang melakukan vaksinasi Covid-19 yang beriringan dengan berkurangnya kasus positif Covid-19 juga merupakan sentimen positif.

Pada bagian lain, Bukalapak telah menuntaskan penawaran umum sudah pada 27-30 Juli lalu, tanggal penjatahan ditetapkan pada Selasa kemarin 3 Agustus 2021, tanggal distribusi saham secara elektronik 5 Agustus 2021, tanggal pengembalian uang pesanan 5 Agustus 2021, tanggal pencatatan atau listing di BEI pada 6 Agustus 2021.

IPO Bukalapak menorehkan sejarah baru di pasar modal RI karena raihan dana segar Rp21,9 triliun dengan membanderol harga pelaksanaan initial public offering (IPO) Rp850 per lembar.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper