Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ramuan PP Presisi (PPRE) Kerek Kinerja di Semester I/2021

Ekspansi bisnis infrastruktur pertambangan menjadi salah satu jurus PT PP Presisi Tbk. (PPRE) mengerek kinerja.
Proyel PT PP Presisi Tbk./repro - pp-presisi.co.id
Proyel PT PP Presisi Tbk./repro - pp-presisi.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - PT PP Presisi Tbk. mengungkapkan efisiensi dan pendapatan dari PT Lancarjaya Mandiri Abadi menjadi penopang kinerja perseroan pada semester I/2021.

Direktur Utama PP Presisi Rully Noviandar mengatakan kinerja perseroan yang meningkat pada paruh pertama tahun ini tidak terlepas dari peningkatan operasional serta keberhasilan program cost leadership yang dijalankan.

“Termasuk penurunan biaya bunga, di samping adanya pendapatan dari konsorsium LMA,” kata Rully dalam siaran pers, dikutip Selasa (3/8/2021).

Adapun, PT LMA merupakan anak usaha PPRE yang bergerak di bidang infrastruktur pertambangan. Baru-baru ini, PT LMA telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Putra Bulian Properti (PBP) dan PT Wahana Catur Mas (WCM) untuk mengerjakan proyek infrastruktur pertambangan di Jambi.

Pengerjaan infrastruktur pertambangan ini sejalan dengan rencana PP Presisi yang tengah memperkuat segmen jasa pertambangan sebagai strategi perusahaan mengoptimalkan aset alat berat dan meningkatkan perolehan pendapatan yang stabil untuk jangka waktu yang panjang.

Berdasarkan laporan keuangan per Juni 2021 yang dipublikasikan di Harian Bisnis Indonesia, emiten dengan kode saham PPRE mencatatkan pendapatan senilai Rp1,22 triliun. Realisasi itu tumbuh 22,39 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp997,11 miliar.

Dilihat dari kontribusi pendapatan, lini konstruksi mendominasi pendapatan PPRE senilai Rp1,02 triliun atau naik 28,63 persen dari semester I/2020 yang senilai Rp803,80 miliar.

Selanjutnya pendapatan dari ready mix tumbuh lebih tinggin lagi sebesar 84,70 persen secara tahunan menjadi Rp128,61 miliar dari sebelumnya Rp69,63 miliar.

Sedangkan persewaan peralatan terkontraksi 46,72 persen secara tahunan menjadi Rp65,89 miliar dari sebelumnya Rp123,67 miliar.

Selanjutnya kenaikan pendapatan pun mendorong laba emiten anak usaha PT PP (Persero) Tbk. ini. Laba bersih tercatat Rp35,90 miliar atau naik 90,55 persen dari posisi sebelumnya Rp18,84 miliar.

EBITDA perseroan juga melesat 12 persen secara tahunan menjadi Rp463 miliar pada semester I/2021 yang didukung oleh kenaikan laba usaha dan laba bersih.

Dilihat dari sisi aset, total aset PPRE tercatat tumbuh 3,03 persen dari posisi akhir tahun lalu menjadi Rp7,10 triliun. Ekuitas bertambah 1,66 persen ytd menjadi Rp2,88 triliun sedangkan liabilitas naik 3,99 persen menjadi Rp4,21 triliun.

Direktur Keuangan PP Presisi Benny Pidakso menambahkan di samping mencatatkan peningkatan kinerja operasional dan keuangan, rasio keuangan PP Presisi juga mengalami peningkatan.

“Antara lain rasio lancar meningkat dari 1,30 kali menjadi 1,35 kali. Rasio net debt to equity dapat dipertahankan di kisaran 0,8 kali sehingga membuka ruang yang sangat luas bagi PPRE untuk melakukan leveraging,” jelas Benny.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dwi Nicken Tari
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper