Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Bagaimana Rekomendasi Emiten Rumah Sakit?

Pandemi Covid-19 yang belum melandai memberi keuntungan bagi kinerja emiten rumah sakit. Simak rekomendasi sahamnya.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 01 Agustus 2021  |  19:42 WIB
RS Mitra Keluarga Bintaro, salah satu rumah sakit yang dikelola PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA). - mitrakeluarga.com
RS Mitra Keluarga Bintaro, salah satu rumah sakit yang dikelola PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA). - mitrakeluarga.com

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten healthcare, khususnya rumah sakit, agaknya masih cukup diuntungkan di tengah pandemi Covid-19. Kinerja sejumlah emiten membaik, pun dengan rekomendasi dari analis.

Analis RHB Sekuritas Vanessa Karmajaya mengungkapkan emiten rumah sakit masih memiliki prospek yang baik di tengah pandemi Covid-19 ini. Hal ini karena ketika merawat pasien Covid-19, pendapatan dari sisi waktu rawat inap hingga biaya per tempat tidur menjadi lebih tinggi.

Seiring dengan kasus Covid-19 yang masih belum melandai, emiten-emiten rumah sakit masih akan mendapatkan permintaan yang melebihi suplai yang dimiliki.

"Kalau untuk kuartal III/2021 sih masih berlanjut ya, soalnya angka Covid-19 masih tinggi ya," jelasnya saat dihubungi Bisnis, Minggu (1/8/2021).

Lebih lanjut, Vanessa masih merekomendasikan beli untuk PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA) dengan target harga Rp3.600.

Selain itu, RHB Sekuritas masih mengevaluasi kinerja PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL). Emiten dengan jaringan hingga 41 rumah sakit ini mencetak kenaikan pendapatan Rp3,09 triliun per Juni 2021, naik 78,86 persen dibandingkan dengan Rp1,73 triliun pada semester pertama tahun lalu.

Adapun beban pokok perseroan meningkat menjadi Rp1,43 triliun naik dari Rp1,01 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Demikian juga dengan beban usaha yang naik tipis menjadi Rp674,59 miliar dari Rp511,53 miliar.

Dengan demikian, laba usaha semester I/2021 tumbuh signifikan menjadi Rp1,01 triliun dari Rp236,1 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Setelah dikurangi beban pajak dan lain-lain, laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk bahkan melonjak 422,5 persen menjadi Rp544,65 miliar, dari Rp104,23 miliar pada paruh pertama 2020.

Emiten rumah sakit lainnya, PT Siloam International Hospitals Tbk. (SILO), juga mencetak kenaikan pendapatan dan sukses membalikkan kerugian sepanjang semester pertama tahun ini.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2021 yang belum diaudit, perseroan mencetak pendapatan sebesar Rp3,81 triliun atau naik 51,65 persen secara year-on-year (yoy), dari Rp2,51 triliun.

Beban pokok pendapatan juga tercatat meningkat menjadi Rp2,02 triliun, dari Rp1,55 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, beban usaha bertambah menjadi Rp1,15 triliun dari Rp905,22 miliar.

Kendati pos beban naik, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk berbalik untung Rp291,53 miliar dari posisi rugi Rp130,04 miliar pada semester I/2020.

Emiten rumah sakit lainnya, PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk. (SAME) pun kembali menorehkan kenaikan pendapatan dan juga membalikkan kerugian.

Perseroan membukukan laba bersih Rp98,64 miliar dari posisi rugi bersih Rp47,44 miliar pada semester I/2020. Posisi laba bersih tersebut didukung oleh meningkatnya pendapatan hingga 103,1 persen menjadi Rp438,11 miliar per Juni 2021, dari posisi Rp215,66 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kinerja Emiten Emiten Rumah Sakit Covid-19
Editor : Annisa Margrit

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top