Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Saham TPIA dan INTP Boncos, Indeks Bisnis-27 Terbenam di Zona Merah

Indeks Bisnis-27 melemah pada hari ini seiring dengan tekanan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan.
Karyawati beraktivitas di sekitar logo PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Kamis (4/6/2020). Bisnis/Arief Hermawan P
Karyawati beraktivitas di sekitar logo PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Kamis (4/6/2020). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Bisnis-27 melemah pada akhir perdagangan hari ini mengikuti Indeks Harga Saham Gabungan.

Mengutip Bloomberg pada Senin (19/7/2021), indeks hasil kerja sama harian Bisnis Indonesia dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) ini turun 1,30 persen menjadi 446,94. Sebanyak 9 saham menguat, 16 saham melemah, dan 2 saham stagnan.

Saham PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (TPIA) terpantau turun paling dalam sebesar 4,96 persen menjadi Rp9.100. Selanjutnya saham PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. turun 4,67 persen menjadi Rp10.200.

D sisi lain, saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. menahan laju pelemahan indeks dengan kenaikan 4,07 persen menjadi Rp7.675.

Selanjutnya saham PT Astra Agro Lestari Tbk. juga menguat 2,27 persen menjadi Rp7.900 dan saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. naik 1,58 persen menjadi Rp3.220.

Sementara itu, IHSG ditutup melemah 0,91 persen atau 55,12 poin menjadi 6.017. Di sepanjang hari perdagangan, IHSG bergerak pada rentang 6.015 - 6.063.

Sebanyak 167 saham menguat, 329 saham melemah, dan 232 saham ditutup stagnan hari ini. Kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia tercatat Rp7.180,13 triliun.

Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan menyebutkan pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini cenderung melemah. Dia menjelaskan secara teknikal penguatan pada Jumat lalu didukung oleh volume perdagangan yang rendah sehingga rentan mengalami koreksi.

“Perlu dicermati pergerakan IHSG masih dibayangi tingginya kasus Covid-19 dan adanya rencana perpanjangan PPKM [Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat] Darurat yang berpotensi memperlambat pemulihan ekonomi pada kuartal III/2021,” tulis Dennies dalam riset harian, dikutip Senin (19/7/2021).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dwi Nicken Tari
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper