Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Selama Bookbuilding, IPO Bukalapak Berhasil Tarik Minat Tinggi Investor

Calon emiten yang akan tercatat dengan kode BUKA tersebut mulai menggelar bookbuilding pada 9 Juli 2021, dan berakhir pada hari ini, Senin (19/7/2021).
Farid Firdaus
Farid Firdaus - Bisnis.com 19 Juli 2021  |  08:23 WIB
CEO Bukalapak Rachmat Kaimuddin menjelaskan rencana bisnsi perusahaan dalam acara Penawaran Umum Perdana Saham PT Bukalapak.com Tbk., Jumat (9/7/2021). -  Bisnis/Ika Fatma Ramadhansari
CEO Bukalapak Rachmat Kaimuddin menjelaskan rencana bisnsi perusahaan dalam acara Penawaran Umum Perdana Saham PT Bukalapak.com Tbk., Jumat (9/7/2021). - Bisnis/Ika Fatma Ramadhansari

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bukalapak.com disebut meraih permintaan yang tinggi dari investor, atau berpotensi mencapai harga batas atas selama periode masa penawaran awal (bookbuilding) dalam aksi penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham terbesar sepanjang sejarah Bursa Efek Indonesia (BEI).

Calon emiten yang akan tercatat dengan kode BUKA tersebut mulai menggelar bookbuilding pada 9 Juli 2021, dan berakhir pada hari ini, Senin (19/7/2021).

Salah satu pemegang saham Bukalapak, Pandu Patria Sjahrir mengatakan, saham perdana Bukalapak memang banyak diincar investor besar, baik institusi asing dan lokal. Permintaan dari investor seharusnya bagus karena dari sektor teknologi dan nama Bukalapak sudah dikenal.

“Yang saya tahu yang minat banyak amat. Silahkan tanya underwriter untuk lebih detailnya,” kata dia kepada Bisnis, baru-baru ini.

Mengutip laporan The Edge Market, Jumat (16/7/2021) permintaan investor yang lebih kuat dari perkiraan membuat Bukalapak bisa menyentuh target dana IPO US$1,5 miliar atau setara Rp21,9 triliun. IPO Bukalapak menarik minta investor institusi jangka panjang, domestik investor, dan para sovereign wealth funds.

Seperti diketahui, harga batas atas penawaran IPO Bukalapak adalah Rp850 per saham, sedangkan harga batas bawahnya Rp750 per saham. Jumlah saham yang diterbikan maksimal 25,76 miliar saham atau mewakili 25 persen dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO.

Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek PT Mandiri Sekuritas dan PT Buana Capital Sekuritas. Penjamin emisi efek PT UBS Sekuritas Indonesia dan PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia.

Setelah periode bookbuilding, Bukalapak menargetkan tanggal efektif penawaran umum pada 26 Juli 2021, kemudian masa penawaran umum perdana saham 28 Juli - 30 Juli 2021.

Adapun, tanggal penjatahan 3 Agustus 2021, tanggal distribusi saham secara elektronik 5 Agustus 2021, tanggal pengembalian uang pesanan 5 Agustus 2021, dan tanggal pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia pada 6 Agustus 2021.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ipo bukalapak Pandu Sjahrir
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top