Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Lelang Sukuk Besok Diperkirakan Tetap Ramai Peminat, Ini Alasannya

Salah satu sentimen utama dari dalam negeri adalah pergerakan imbal hasil (yield) obligasi yang positif selama beberapa pekan belakangan.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 14 Juni 2021  |  13:50 WIB
Lelang Sukuk Besok Diperkirakan Tetap Ramai Peminat, Ini Alasannya
Pialang memperhatikan Yield SUN Indonesia - Antara/Prasetyo Utomo
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk negara diprediksi akan tetap ramai seiring dengan kondisi pasar domestik yang kondusif.

Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas Ramdhan Ario Maruto mengatakan lelang sukuk pada Selasa besok berpotensi mendekati atau menyamai hasil lelang sebelumnya. Hal tersebut menyusul sejumlah sentimen positif yang datang dari dalam negeri.

“Untuk besok masih cukup bagus sepertinya, di kisaran Rp30 triliun hingga Rp40 triliun,” katanya saat dihubungi pada Senin (14/6/2021).

Salah satu sentimen utama dari dalam negeri adalah pergerakan imbal hasil (yield) obligasi yang positif selama beberapa pekan belakangan. Hal tersebut akan meningkatkan kepercayaan investor terhadap pasar obligasi Indonesia.

Data dari laman World Government Bonds mencatat, tingkat imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) Indonesia seri acuan 10 tahun berada di kisaran 6,436 persen. Dalam sebulan terakhir, pergerakan yield SUN Indonesia terpantau menguat 5,2 basis poin.

Selain itu, investor juga merespon positif sejumlah rilis data domestik seperti inflasi yang stabil serta menguatnya indeks keyakinan konsumen (IKK). Hal ini juga ditambah dengan tren positif pada nilai tukar rupiah.

“Meski lajunya cenderung lamban, penguatan rupiah turut mendukung fundamental ekonomi Indonesia yang optimal di tengah kondisi pandemi,” jelasnya.

Sementara itu, dari luar negeri, Ramdhan mengatakan investor akan memantau pertemuan bank sentral AS, The Fed,yang akan berlangsung selama dua hari. Para pemilik modal menanti kebijakan-kebijakan terkait potensi pengurangan pembelian obligasi seiring dengan laju pemulihan ekonomi yang berada diatas ekspektasi.

Adapun dalam 2 edisi lelang terakhir, penawaran yang dihimpun pemerintah menunjukkan kenaikan. Lelang 4 Mei berhasil menghimpun penawaran sebesar Rp19,9 triliun yang Rp10 triliun diantaranya diserap oleh pemerintah.

Selanjutnya, pada lelang 2 Juni lalu, pemerintah mencatatkan hasil penawaran pada lelang sukuk yang tertinggi sepanjang tahun 2021 setelah menghimpun penawaran Rp44,64 triliun. Dari jumlah tersebut, pemerintah menyerap sebanyak Rp11 triliun.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR Kementerian Keuangan, seri yang akan dilelang adalah 1 seri Surat Perbendaharaan Negara – Syariah (SPN-S) dan 5 seri Project Based Sukuk (PBS).

Seri-seri tersebut adalah SPN-S 03122021 (new issuance), PBS027 (reopening), PBS017 (reopening), PBS029 (reopening), PBS004 (reopening), dan PBS028 (reopening).

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sbsn lelang sukuk
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top