Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Penawaran Mulai Naik, Ini Rapor Lelang Sukuk Pemerintah Indonesia Sepanjang 2021

Dalam 2 edisi lelang terakhir, penawaran yang dihimpun pemerintah menunjukkan kenaikan.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 14 Juni 2021  |  11:00 WIB
Penawaran Mulai Naik, Ini Rapor Lelang Sukuk Pemerintah Indonesia Sepanjang 2021
Nasabah sedang melakukan transaksi pembelian Sukuk Ritel SR013 melalui kantor cabang BNI Syariah, Jumat (28/8). - bnisyariah\\r\\n
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah berencana mengadakan lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara pada Selasa (15/6/2021) besok, untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2021.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR Kementerian Keuangan, seri yang akan dilelang adalah 1 seri Surat Perbendaharaan Negara – Syariah (SPN-S) dan 5 seri Project Based Sukuk (PBS).

Seri-seri tersebut adalah SPN-S 03122021 (new issuance), PBS027 (reopening), PBS017 (reopening), PBS029 (reopening), PBS004 (reopening), dan PBS028 (reopening)

Hingga Senin (14/6/2021), pemerintah telah melakukan sepuluh kali lelang sukuk sepanjang tahun 2021. Lelang pada 15 Juni 2021 akan menjadi lelang edisi kesebelas pada tahun ini dan kedua untuk bulan Juni. 

Pada lelang sukuk perdana yang diadakan pada 12 Januari 2021, pemerintah berhasil menghimpun penawaran sebesar Rp24,27 triliun. Dari jumlah tersebut, pemerintah memenangkan sebanyak Rp11,3 triliun.

Jumlah penawaran kemudian mengalami penurunan pada lelang edisi 26 Januari 2021. Kala itu, pemerintah mengumpulkan penawaran sebanyak Rp23,341 triliun dan menyerap Rp9 triliun diantaranya.

Pada lelang  9 Februari lalu, jumlah penawaran yang masuk mengalami perbaikan setelah pemerintah menghimpun Rp26,1 triliun. Dari angka tersebut, pemerintah memenangkan sebanyak Rp12 triliun.

Hasil lelang selanjutnya, 23 Februari 2021, kemudian kembali mengalami penurunan setelah mengumpulkan penawaran sebanyak Rp24,23 triliun. Dari jumlah tersebut, pemerintah memutuskan untuk menyerap dana sebesar Rp4,99 triliun.

Pada lelang 9 Maret lalu, pemerintah mencatatkan hasil penawaran sebanyak Rp17,975 triliun. Dari jumlah itu, pemerintah menyerap sebesar Rp4,495 triliun.

Selanjutnya, pada lelang 23 Maret 2020, pemerintah menghimpun penawaran sebesar Rp17,164 triliun dengan penyerapan senilai Rp6,39 triliun. Hasil lelang terakhir pada 6 April lalu mencatatkan angka penawaran terendah sepanjang 2021 dengan Rp14,55 triliun dan diserap sebesar Rp7,34 triliun.

Sementara, pada lelang 20 April lalu, hasil penawaran menunjukkan perbaikan setelah pemerintah menghimpun sebanyak Rp17,9 triliun. Dari jumlah tersebut, pemerintah menyerap sebesar Rp7,36 triliun.

Dalam 2 edisi lelang terakhir, penawaran yang dihimpun pemerintah menunjukkan kenaikan. Lelang 4 Mei berhasil menghimpun penawaran sebesar Rp19,9 triliun yang Rp10 triliun diantaranya diserap oleh pemerintah.

Pada lelang 2 Juni lalu, pemerintah mencatatkan hasil penawaran pada lelang sukuk yang tertinggi sepanjang tahun 2021 setelah menghimpun penawaran Rp44,64 triliun. Dari jumlah tersebut, pemerintah menyerap sebanyak Rp11 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi sukuk sukuk negara lelang sukuk
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top