Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menerka Arah GoTo Melantai di Bursa

Setelah berkongsi, IPO kemudian.
Puput Ady Sukarno
Puput Ady Sukarno - Bisnis.com 05 Juni 2021  |  21:12 WIB
Logo GoTo, perusahan hasil merger Gojek dan Tokopedia  -  Twitter
Logo GoTo, perusahan hasil merger Gojek dan Tokopedia - Twitter

Bisnis.com, JAKARTA- Gojek dan Tokopedia resmi menjalin kerja sama dengan mendirikan GoTo. Tak lama kemudian, GoTo pun berencana melantai di bursa.

Kepala OJK (Otoritas Jasa Keuangan) Institute Agus Sugiarto mengatakan penawaran saham kepada publik atau biasa disebut Initial Public Offering (IPO) GoTo sehingga sahamnya tercatat di Bursa adalah bagian dari sinergi yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kami berharap jutaan masyarakat Indonesia bisa berpartisipasi memiliki Gojek dan Tokopedia ini sehingga setelah IPO bisa transparan, kinerja semakin baik, dan menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia,” ungkapnya saat memberikan sambutan dalam Seminar Virtual dengan tema “Dampak Merging Antara Platforms: Studi Kasus Gojek dan Tokopedia” yang diselenggarakan LPEM FEB UI, beberapa waktu lalu.

Ekonom Digital LPEM FEB Universitas Indonesia (UI) Chaikal Nuryakin mengatakan GoTo bisa melihat beberapa perusahaan digital besar global yang melakukan IPO dan terdapat contoh sukses serta contoh sebaliknya. ”Contoh yang berhasil itu Facebook, Alibaba, dan SEA Group,” ungkapnya pada kesempatan yang sama. Sedangkan contoh sebaliknya adalah Lyft, Uber, dan WeWork.

Berdasarkan riset yang dilakukan, Chaikal mengungkapkan alasan keberhasilan perusahaan digital saat IPO di antaranya adalah manajemen yang baik, mudah beradaptasi, dan bisa sesuai dengan ekspektasi publik, serta dukungan utama dari modal ventura atau investor sebagai bantalan bagi perusahaan.

”Alasan yang gagal melakukan IPO adalah miskomunikasi kondisi riil perusahaan kepada investor, perusahaan tertutup terlalu lama, kinerja perusahaan tidak sesuai ekspektasi investor, tata kelola perusahaan tidak siap terhadap pengawasan publik, dan kurangnya persiapan untuk melakukan IPO,” Chaikal memaparkan.

Chaikal berharap GoTo bisa belajar dari dua contoh bertentangan dari IPO perusahaan-perusahaan digital global. Sebab walau bagaimanapun IPO memberikan sejumlah keuntungan antara lain sumber pendanaan yang tidak terbatas untuk mendukung ekspansi bisnis, meningkatkan citra perusahaan, penerapan tata kelola yang baik (GCG), insentif pajak, dan spillover (pengalihan) investasi dari investor dalam dan luar negeri.

”Sementara tantangan IPO termasuk bagi GoTo adalah menjaga performa perusahaan pasca IPO, mempertahankan kontrol dari pendiri perusahaan pada model klasifikasi saham saat ini, aturan yang lebih ketat misalnya audit keuangan, dan volatilitas makroekonomi,” ulasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Goto
Editor : Kahfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top