Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dolar Sedang Perkasa, Rupiah Melemah Tipis

Rupiah ditutup di level 14.295,00 setelah terdepresiasi 10 poin atau 0,07 persen pada perdagangan hari ini.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 04 Juni 2021  |  15:34 WIB
Karyawati salah satu bank memperlihatkan uang rupiah dan dolar di Jakarta, Kamis (29/4/2021). Bisnis - Arief Hermawan P
Karyawati salah satu bank memperlihatkan uang rupiah dan dolar di Jakarta, Kamis (29/4/2021). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah ditutup melemah tipis pada perdagangan terakhir pekan ini, Jumat (4/6/2021)

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup di level 14.295,00 setelah terdepresiasi 10 poin atau 0,07 persen pada perdagangan hari ini. Adapun sepanjang hari ini mata uang Garuda bergerak dalam rentang 14-295,00—14.321,50.

Menemati rupiah, mayoritas mata uang di Asia lainnya juga memerah pada hari ini meski tak terlalu dalam. Ringgit Malaysia dan baht Thailand tak berbeda jauh dengan rupiah, yakni terkoreksi masing-masing 0,08 persen dan 0,09 persen.

Sementara itu Won Korea Selatan terdepresiasi 0,25 persen, rupee India terkoreksi 0,19 persen, dan yuan China 0,12 persen. Sebaliknya, peso Filipina menjadi salah satu yang menguat yakni 0,18 persen.

Di lain pihak, indeks dolar AS terpantau menguat 0,05 poin atau 0,06 persen ke level 90,65.

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan dolar memang tengah menguat terhadap mata uang lainnya bahkan mencapai level tertinggi dalam beberapa pekan.

Penguatan greenback dipicu oleh serangkaian data ekonomi Amerika Serikat yang positif jelang rilis gaji bulanan (payrolls) memicu sinyal yang lebih kuat atas kemungkinan pengetatan awal kebijakan The Fed.

“Investor sekarang menunggu data ketenagakerjaan lebih lanjut, termasuk data non-farm payrolls untuk Mei. Data tersebut dapat memberikan petunjuk lebih lanjut tentang prospek ekonomi dan langkah kebijakan Federal Reserve AS selanjutnya,” kata Ibrahim dalam risetnya, dikutip Bisnis, Jumat (4/6/2021)

Di sisi lain, Ibrahim menilai investor juga tetap khawatir tentang perlambatan langkah-langkah stimulus Fed, didorong oleh prospek inflasi yang tidak terkendali.

Namun, beberapa pejabat Fed menegaskan kembali bahwa tekanan harga akan bersifat sementara, dan bank sentral akan mempertahankan langkah-langkah stimulus saat ini tidak berubah untuk sementara waktu.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah dolar as nilai tukar rupiah
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top