Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Suasana pekerja di ruang produksi pabrik rokok PT Digjaya Mulia Abadi (DMA) mitra PT HM Sampoerna, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Selasa (16/6/2020). - Antara / Siswowidodo
Premium

BlackRock Kian Agresif Kala Kepul Asap HMSP & GGRM Menipis

04 Mei 2021 | 15:40 WIB
BlackRock memilih strategi berbeda emiten rokok berkapitalisasi pasar jumbo RI kala mayoritas analis memberikan rekomendasi tahan dan jual.

Bisnis.com, JAKARTA – Bayang-bayang tekanan kinerja keuangan serta rekomendasi muram yang tengah menghinggapi dua emiten rokok berkapitalisasi pasar jumbo, PT H.M. Sampoerna Tbk. (HMSP) dan PT Gudang Garam Tbk. (GGRM), pada 2021.

Pada kuartal I/2021, H.M. Sampoerna membukukan penurunan pendapatan 0,55 persen year on year (yoy) menjadi Rp23,55 triliun. Pada saat yang sama, pendapatan Gudang Garam justru tumbuh 9,12 persen secara tahunan menjadi Rp29,74 triliun dalam 3 bulan 2021.

Kendati top line bergerak ke arah yang berlawanan, HMSP dan GGRM kompak mengalami kontraksi laba bersih pada kuartal I/2021. Bahkan koreksinya mencapai lebih dari 20 persen secara tahunan.

Laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk HMSP turun 22,14 persen yoy dari Rp3,32 triliun pada kuartal I/2020 menjadi Rp2,58 triliun pada kuartal I/2021.

Senada, pundi-pundi laba bersih GGRM juga mengempis menjadi Rp1,74 triliun. Capaian itu turun 28,61 persen yoy dari Rp2,44 triliun. Alhasil, HMSP mengungguli GGRM dengan laba bersih yang lebih besar.

Tak hanya nominal laba bersihnya yang lebih tinggi, margin laba bersih HMSP juga lebih tebal dari GGRM. Pada kuartal I/2021, HMSP mencetak net profit margin (NPM) 10,98 persen, sedangkan GGRM hanya 5,87 persen.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top