Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Erick Thohir Rombak Jajaran Direksi dan Komisaris Kimia Farma (KAEF)

Dalam RUPST yang berlangsung pada Rabu (28/4/2021) diputuskan perubahan susunan pengurus Kimia Farma.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 30 April 2021  |  06:55 WIB
Paparan publik PT Kimia Farma Tbk. (KAEF) pada Rabu (29/7 - 2020). Sebelumnya dalam RUPS perseroan memutuskan pergantian jajaran komisaris. Istimewa
Paparan publik PT Kimia Farma Tbk. (KAEF) pada Rabu (29/7 - 2020). Sebelumnya dalam RUPS perseroan memutuskan pergantian jajaran komisaris. Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Rapat Umum Pemegang Saham PT Kimia Farma Tbk. memutuskan pergantian jajaran komisaris dan direksi.

Dalam RUPST yang berlangsung pada Rabu (28/4/2021) diputuskan perubahan susunan pengurus Kimia Farma. RUPS menyetujui dan mengangkat Abdul Kadir sebagai Komisaris Utama serta Kamelia Faisal sebagai Komisaris Independen, Dwi Ary Purnomo sebagai Komisaris, dan Lina Sari sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Resiko.

RUPST juga memberhentikan dengan hormat Alexander K. Ginting sebagai Komisaris Utama, Nurrachman sebagai Komisaris Independen, Chrisma Aryani Albandjar sebagai Komisaris dan Pardiman sebagai Direktur Keuangan terhitung sejak ditutupnya RUPST ini.

RUPST juga memutuskan mengubah nomenklatur direksi PT Kimia Farma Tbk yaitu Direktur Keuangan menjadi Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko

Berikut susunan Dewan Komisaris dan Direksi Kimia Farma berdasarkan hasil RUPS.

DEWAN KOMISARIS
Komisaris Utama : Abdul Kadir
Komisaris : Dwi Ary Purnomo
Komisaris : Subandi Sardjoko
Komisaris Independen : Musthofa Fauzi
Komisaris Independen : Kamelia Faisal

DIREKSI
Direktur Utama : Verdi Budidarmo
Direktur Keuangan & Manajemen Risiko : Lina Sari
Direktur Pengembangan Bisnis : Imam Fathorrahman
Direktur Produksi & Supply Chain : Andi Prazos
Direktur Umum & Human Capital : Dharma Syahputra

Direktur Umum dan Human Capital Dharma Syahputra mengungkapkan perseroan telah selesai melaksanakan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) dengan 9 mata acara. Mata acara ketiga membahas mengenai persetujuan penggunaan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk pada 2020.

"Peserta rapat menyetujui penetapan penggunaan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tahun buku 2020 sebesar Rp17,63 miliar dengan pembagian dividen sebesar 40 persen dan sisanya 60 persen untuk cadangan," jelasnya dalam public expose perseroan, Rabu (28/4/2021).

Emiten bersandi KAEF ini membagikan dividen sebesar 40 persen dari laba bersih atau senilai Rp7,05 miliar dan 60 persen sisanya Rp10,58 miliar ditetapkan sebagai cadangan laba.

RUPST juga memberikan wewenang dan kuasa direksi untuk menyiapkan jadwal dan tata cara pembayaran dividen tahun buku 2020 sesuai ketentuan.

Direktur Utama Verdi Budidarmo menjelaskan terkait kebijakan pembayaran dividen merupakan hasil dari RUPST dengan rasio yang selalu memperhatikan likuiditas perseroan.

"Tentu ini merupakan satu hasil agenda keputusan rups agenda, dimana kaef bagikan dividen 40 persen dari laba 2020, kemampuan bayar dividen ini tentunya melalui dari sumber kas internal, jadi jumlahnya di angka Rp7 miliar di 2020," katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN RUPS kimia farma
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top