Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IHSG Naik Super Tipis, Saham TAPG dan BBRI Dijual Asing

Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) mencapai Rp145,34 miliar di seluruh pasar.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 22 April 2021  |  15:48 WIB
Pengunjung berada didekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di lantai Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Jumat (13/3/2020). Bisnis - Dedi Gunawan
Pengunjung berada didekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di lantai Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Jumat (13/3/2020). Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA — Kendati sempat terjerembap ke zona merah di tengah perdagangan, indeks harga saham gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat tipis hari ini, Kamis (22/4/2021)

IHSG tercatat parkir di level 5.994,18 setelah menguat 0,02 persen dibandingkan penutupan kemarin. Sebelumnya IHSG dibuka 6.004,79 kemudian melenggang naik turun dan sempat turun menyentuh level 5.980,45.

Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 194 saham menguat, 297 melemah, dan 157 lainnya menguning alias stagnan.

Kapitalisasi pasar di akhir perdagangan tercatat Rp7121,15 triliun, dengan jumlah transaksi tercatat Rp8,68 triliun. Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) mencapai Rp145,34 miliar di seluruh pasar.

Saham TAPG menjadi sasaran jual utama dengan net sell Rp205,5 miliar. Namun, saham TAPG masih naik 4,9 persen menuju Rp750.

Selanjutnya, saham BBRI mencatatkan net sell Rp121,5 miliar. Saham BBRI koreksi 0,71 persen menjadu Rp4.200.

Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji mengatakan sejumlah sentimen memengaruhi pergerakan indeks komposit hari ini, salah satunya adalah perpanjangan masa larangan mudik yang turut menjadi sentimen negatif, sehingga indeks menyentuh zona merah.

Selain itu, Nafan menilai pasar juga masih menanti reshuffle kabinet yang dikabarkan akan terjadi hari ini dan memerhatikan perkembangan kasus Covid-19 baik di dalam negeri maupun secara global.

“Juga minimnya data makroekonomi global maupun domestik yang memberikan high positive impact terhadap pasar dan Revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2021 menjadi 4,1 persen-5,1 persen dari sebelumnya sebesar 4,3 persen-5,3 persen oleh BI,” pungkas Nafan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI Mudik Lebaran
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top