Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rupiah Masih Melemah, Kurs Jisdor Turun ke Rp14.648

Kurs Jisdor hari ini turun 17 poin atau 0,11 persen dari posisi Senin (12/4/2021) Rp14.631 per dolar AS.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 13 April 2021  |  17:22 WIB
Karyawan menunjukan dolar AS di Jakarta, Rabu (3/3/2021). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Karyawan menunjukan dolar AS di Jakarta, Rabu (3/3/2021). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Kurs rupiah menyentuh posisi Rp14.648 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Selasa (13/4/2021).

Data yang diterbitkan Bank Indonesia hari ini menempatkan kurs referensi Jisdor di level Rp14.648 per dolar AS, turun 17 poin atau 0,11 persen dari posisi Senin (12/4/2021) Rp14.631 per dolar AS.

Di sisi lain, berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah juga ditutup melemah 10 poin atau 0,07 persen ke level Rp14.605 per dolar AS. Indeks dolar AS terkoreksi tipis 0,01 persen ke level 92,125.

Sementara nilai tukar rupiah pada Senin (12/4/2021) ditutup melemah 30 poin atau 0,21 persen ke level Rp14.595 per dolar AS. Pada pukul 15.00 WIB, indeks dolar AS naik 0,13 persen ke menjadi 92,281.

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menjelaskan peningkatan harapan pemulihan ekonomi yang cepat setelah pandemi Covid-19 yang berdampak terhadap imbal hasil Treasury AS membuat investor menjauh dari  aset berisiko. 

“Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun tetap sedikit lebih tinggi setelah lelang obligasi tenor 3 dan 10 tahun pada Selasa (13/4/2021) menarik permintaan yang layak. Selanjutnya obligasi tenor 30 tahun akan dilelang di kemudian hari,” jelas Ibrahim dalam riset harian, Selasa (13/4/2021).

Sementara itu, data inflasi di Negeri Paman Sam diperkirakan naik pada Maret 2021 atau melanjutkan tren kenaikan bertahap dalam beberapa bulan terakhir. Pada saat bersamaan, pasar tenaga kerja di AS juga semakin kuat.

Para pelaku pasar akan mencermati pidato dari Gubernur Bank Sentral AS Jerome Powell pada Rabu (14/4/2021) waktu setempat. Pada saat yang sama, The Fed juga akan merilis Beige Book yang berisi panduan arah kebijakan bank sentral.

Sementara dari dalam negeri, Ibrahim menjelaskan, penurunan kasus positif Covid-19 dalam beberapa pekan terakhir semakin menenangkan pasar. 

Dengan berkurangnya jumlah pasien Covid-19 akan membuat masyarakat dan pengusaha lebih optimistis karena semua kegiatan baik industiri, pariwisata dan lain-lain akan kembali normal.

Ibrahim memperkirakan rupiah masih berpotensi melemah pada perdagangan esok hari, Rabu (14/4/2021), pada kisaran Rp14.590 - Rp14.630.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah nilai tukar rupiah jisdor
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top