Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pengamat Ungkap Strategi Menyehatkan Keuangan BUMN Karya

Jika dilihat dari laporan keuangan setiap emiten BUMN Karya, sumber pendanaan perseroan terbanyak berasal dari pinjaman perbankan dan obligasi.
Logo baru Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terpasang di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (2/7/2020). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Logo baru Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terpasang di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (2/7/2020). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Bisnis.com, JAKARTA - Ketidakpastian ekonomi yang disebabkan oleh pandemi Covid-19 hampir memukul telak kinerja keuangan BUMN Karya.

Pengamat BUMN Universitas Indonesia Toto Pranoto mengatakan bahwa restrukturisasi utang menjadi poin penting untuk menyehatkan kembali struktur keuangan BUMN Karya. Jika dilihat dari laporan keuangan setiap emiten BUMN Karya, sumber pendanaan perseroan terbanyak berasal dari pinjaman perbankan dan obligasi.

“Jadi ya refinancing saja untuk perpanjang tenor, tetapi harus cari kupon yang lebih murah, bagaimana caranya? mintalah penjaminan ke pemerintah. Ini tentu akan memudahkan BUMN menekan beban utang,” ujar Toto dalam webinar Mencari Jalan Keluar Menggunungnya Utang BUMN Karya, Jumat (9/4/2021).

Selain itu, dia menyarankan jika memungkinkan untuk mendapatkan pinjaman sindikasi baru dengan negosiasi bunga kredit yang lebih murah dengan jaminan proyek.

Di sisi lain, dia pun mengaku optimistis kinerja BUMN Karya akan memulih pada tahun ini. Hal tersebut pun tercermin dari sejumlah investor asing yang mulai melakukan pembelian aset BUMN Karya.

Investasi itu pun dapat menimbulkan kepercayaan diri bagi investor asing lainnya untuk melakukan hal yang sama. Dengan demikian, rencana divestasi aset dapat kembali terlaksana setelah hampir terhenti sepanjang 2020 dan membantu pemulihan kinerja keuangan BUMN Karya.

Pasalnya, Toto menjelaskan bahwa tersendatnya divestasi aset juga menjadi salah satu alasan keuangan emiten konstruksi pelat merah memburuk.

Divestasi umumnya menjadi bisnis model BUMN karya untuk mendapatkan arus kas setelah melakukan investasi agar dapat diputar menjadi investasi baru, sehingga ketika divestasi terkendala maka mau tidak mau BUMN Karya mengelola aset itu sendiri dan tidak mendapatkan arus kas baru.

“Jadi kalau saya lihat, sudah ada cukup demand, menarik bagi investor untuk akuisisi, dan melihat aset berbagai ruas tol ini oke,” papar Toto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Finna U. Ulfah
Editor : Ropesta Sitorus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper