Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Dewata Freight (DEAL) Targetkan Pertumbuhan Pendapatan 3 Kali Lipat

PT Dewata Freight International Tbk (DEAL) atau DFI Logistics akan fokus mengembangkan empat lini bisnis pada 2021.
Dewata Freightinternational/dfilogistics.co.id
Dewata Freightinternational/dfilogistics.co.id

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten logistik PT Dewata Freight International Tbk (DEAL) atau DFI Logistics menargetkan pendapatan tumbuh 3 kali lipat pada 2021. Langkah tersebut dilakukan guna menyokong target tersebut, perseroan siapkan belanja modal Rp100 miliar.

Direktur Keuangan Dewata Freight International Nur Hasanah menuturkan perseroan akan fokus mengembangkan empat lini bisnis pada 2021. Empat fokus tersebut, terdiri atas cold chain, distribusi vaksin, pusat logistik berikat, dan halal logistik.

"Target pendapatan tumbuh 300 persen YoY dan Perseroan optimis tercapai karena perseroan sudah melakukan beberapa nota kesepahaman untuk mendukung terealisasinya target tersebut," jelasnya kepada Bisnis, Kamis (11/3/2021).

Perseroan juga mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp100 miliar pada 2021 ini. Dengan sumber pendanaan dari perbankan dan non-perbankan serta kas Perseroan.

Adapun, belanja modal difokuskan untuk pembangunan infrastruktur rantai pasok dingin, pergudangan, pusat logistik berikat dan logistik pertambangan atau mining logistics.

"Pilar bisnis saat ini tetap di core bisnis sebelumnya yaitu Project Cargo dan Freight Forwarding, untuk meningkatkan revenue Perseroan melengkapi pilar bisnis di Pergudangan, Pusat Logistics dan Distribusi," katanya.

Perseroan yang memiliki bisnis inti di logistik infrastruktur dengan pelanggan utama perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) sangat terdampak pandemi Covid-19.

“Tetapi, di tengah penurunan logistik anak usaha kami yang bergerak di bidang logistik energi PT Dewata Makmur Bersama mendapatkan kontrak baru,” paparnya.

Pada penutupan perdagangan Rabu (11/3/2021), harga saham DEAL ditutup turun 2,31 persen ke level 127 dengan kapitalisasi pasar Rp143,86 miliar. Secara tahun berjalan, harga sahamnya sudah turun 10,56 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper