Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kurs Jisdor ke Level Rp14.126, Terendah Sejak 12 Januari 2021

Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini menempatkan kurs referensi Jisdor di level Rp14.126 per dolar AS, melemah 28 poin atau 0,19 persen dari posisi kemarin, Senin (22/2/2021) Rp14.098 per dolar AS.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 23 Februari 2021  |  10:45 WIB
Karyawati menghitung uang rupiah dan dollar AS di salah satu bank di Jakarta, Kamis (10/9/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Karyawati menghitung uang rupiah dan dollar AS di salah satu bank di Jakarta, Kamis (10/9/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA — Kurs rupiah menyentuh posisi Rp14.126 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Selasa (23/2/2021)

Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini menempatkan kurs referensi Jisdor di level Rp14.126 per dolar AS, melemah 28 poin atau 0,19 persen dari posisi kemarin, Senin (22/2/2021) Rp14.098 per dolar AS. Kurs Jisdor juga mencapai level terendahnya sejak 12 Januari 2021 di posisi Rp14.231 per dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg pada Selasa (23/2/2021) pukul 10.35 WIB, mata uang Garuda terapresiasi 0,01 persen atau 2 poin menjadi Rp14.115 per dolar AS. Indeks dolar AS naik 0,01 persen menuju 90,015.

Dari kawasan Asia Pasifik, penguatan rupiah ditemani oleh sejumlah mata uang lain. Bhat Thailand terpantau naik 0,01 persen, Ringgit Malaysia dan yuan China naik 0,09 persen, serta yen Jepang naik lebih tinggi lagi 0,10 persen.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback di hadapan sekeranjang mata uang utama melemah 0,05 persen menjadi 89.970.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menjelaskan rupiah masih rentan terkoreksi pada perdagangan hari ini. Pasalnya, dari internal terdapat penekan oleh terhambatnya pemulihan ekonomi di Indonesia akibat banjir yang terjadi pada kawasan Jabodetabek pekan lalu.

Sementara dari luar negeri, nilai dolar juga terus menguat seiring dengan naiknya imbal hasil (yield) US Treasury atau obligasi AS karena rilis data penjualan ritel yang kuat. Paket stimulus Covid-19 senilai US$1,9 triliun yang diusulkan oleh Presiden AS Joe Biden juga terus meningkat, setelah Dewan Perwakilan Rakyat pada hari Jumat merilis undang-undang yang ditargetkan oleh anggota parlemen untuk disahkan dalam seminggu

“Dengan kondisi data eksternal dan internal yang kurang mendukung, mengakibatkan arus modal asing kembali keluar dari pasar finansial dalam negeri, sehingga wajar kalau nilai rupiah kembali melemah,” jelas Ibrahim, Senin (22/2/2021).

Untuk perdagangan hari ini, Ibrahim memprediksi rupiah akan dibuka berfluktuasi dan ditutup kembali melemah di rentang Rp14.110 hingga Rp14.160.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah Rupiah jisdor
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top