Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tunas Baru Lampung (TBLA) Racik Global Bond Setara Rp5,96 Triliun

Obligasi tersebut akan diterbitkan melalui entitas usaha perseroan, TBLA Internasional, dan direncanakan memiliki tenor selambat-lambatnya pada tahun ketujuh sejak tanggal diterbitkannya atau jangka waktu lain yang disepakati para pihak.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 04 Februari 2021  |  10:46 WIB
Kegiatan operasional PT Tunas Baru Lampung Tbk. (TBLA). Istimewa
Kegiatan operasional PT Tunas Baru Lampung Tbk. (TBLA). Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten di bidang minyak sawit, PT Tunas Baru Lampung Tbk., meracik penerbitan obligasi global atau global bond mencapai US$400 juta atau setara Rp5,96 triliun dengan menggunakan kurs tengah per 30 September 2020, Rp14.918 per dolar AS.

Dalam prospektus, emiten berkode saham TBLA itu mengungkapkan saat ini dalam tahap ekspansi usaha dengan cara pengembangan pabrik untuk meningkatkan kapasitas produksi dan diversifikasi produk.

“Perseroan bermaksud untuk menerbitkan obligasi baru dalam mata uang dolar AS dengan jumlah sebanyak-banyaknya US$400 juta,” tulis Manajemen Tunas Baru Lampung dikutip dari prospektusnya, Kamis (4/2/2021).

Obligasi tersebut akan diterbitkan melalui entitas usaha perseroan, TBLA Internasional, dan direncanakan memiliki tenor selambat-lambatnya pada tahun ketujuh sejak tanggal diterbitkannya atau jangka waktu lain yang disepakati para pihak.

Perseroan berkeyakinan dengan menerbitkan obligasi baru itu, akan memberikan manfaat terhadap kondisi keuangan, memperpanjang profil jatuh tempo hutang perseroan, dan melaksanakan rencana sejalan dengan strategi bisnis yang disusun perseroan.

Dengan penerbitan obligasi ini, TBLA juga mengharapkan likuiditas keuangan lebih terjaga mengingat obligasi baru ini memiliki tenor yang lebih panjang daripada obligasi dan fasilitas kredit yang ada saat ini.

“Mengingat tingkat suku bunga obligasi baru tetap dan pembayaran pokok obligasi tidak teramoritasis selama periode obligasi, diharapkan nantinya perseroan dapat lebih memaksimalkan penggunaan dana itu untuk meningkatkan pertumbuhan laba,” papar Tunas Baru Lampung.

Untuk melancarkan rencana penerbitan itu, perseroan berencana menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 15 Maret 2021 untuk meminta restu pemegang saham atas rencana penerbitan obligasi baru.

Sebelumnya, perseroan sempat menyampaikan telah menyiapkan sejumlah ekspansi pembangunan pabrik pada tahun depan. Pembangunan tersebut antara lain, pabrik Refined Glycerine 120 TPD, pabrik Re-Esterification PFAD 100 TPD, pabrik refinary 2.500 TPD, dan pabrik biodiesel 1.500 TPD.

Keempat pabrik tersebut akan dikembangkan di kawasan Way Lunik. Lampung. Adapun, perseroan juga akan melakukan penanaman kebun tebu di Lampung hingga 14.000 hektare.

“Estimasi pabrik PFAD akan commissioning di akhir kuartal I/2021 atau awal kuartal II/2021, sedangkan pabrik minyak goreng dan refinary diestimasikan akhir 2021, dan pabrik biodiesel baru ini diestimasikan dapat diselesaikan di akhir kuartal IV/2021,” papar Manajemen Tunas Baru Lampung dalam hasil paparan publik.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

global bond tunas baru lampung
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top