Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Berhasil Pertahankan Dana Kelolaan, Ini Kata Bahana TCW Investment Management 

Direktur Riset dan Kepala Investasi Alternatif Bahana TCW Investment Management Soni Wibowo mengatakan dana kelolaan perseroan sempat ikut anjlok pada awal tahun 2020, tapi jelang akhir tahun mulai kembali bertumbuh.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 11 Januari 2021  |  20:29 WIB
ILUSTRASI REKSA DANA. Bisnis - Himawan L Nugraha
ILUSTRASI REKSA DANA. Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA—PT Bahana TCW menjadi salah satu manajer investasi yang mencetak pertumbuhan dana kelolaan sepanjang 2020 seiring kembalinya tren positif di pasar modal jelang akhir tahun lalu.

Direktur Riset dan Kepala Investasi Alternatif Bahana TCW Investment Management Soni Wibowo mengatakan dana kelolaan perseroan sempat ikut anjlok pada awal tahun 2020, tapi jelang akhir tahun mulai kembali bertumbuh.

“Sempat turun, terus balik lagi. Mulai dari Oktober sangat terasa, hampir setiap hari ada yang masuk. Oktober, November, Desember itu gongnya,” kata Soni ketika dihubungi Bisnis, Senin (1/11/2021)

Soni menilai pertumbuhan dana kelolaan Bahana TCW didorong oleh kombinasi pemulihan harga aset yang sempat turun, penambahan pembelian unit penyertaan reksa dana, serta capital gain dari portofolio perseroan, khususnya kelas aset pendapatan tetap (obligasi).

Dia menuturkan, sekitar 60 persen dari portofolio produk Bahana TCW merupakan kelas aset perndapatan tetap. Ini membuat perseroan diuntungkan karena reksa dana pendapatan tetap tumbuh moncer tahun lalu.

“Paling nggak harga itu naik 4-6 persen, kupon juga 6 persenan, jadi udah ada sekitar 12 persen dari market aja,” jelasnya.

Sementara itu, untuk 2021 Soni menjagokan kelas aset saham yang akan menjadi bintang. Namun, dia menyebut pertumbuhan pesat reksa dana saham mungkin baru akan terjadi di paruh kedua tahun ini.

Menurutnya, di awal tahun ini pemulihan ekonomi masih berjalan lambat mengingat vaksinasi yang baru akan mulai dilakukan dan pembatasan sosial berskal besar (PSBB) juga masih diberlakukan, bahkan kembali diperketat.

“Jadi ekonomi belum bisa pulih sepenuhnya. Januari mungkin bagus karena January effect, tapi untuk kembali ke nilai aslinya harus sabar nunggu sedikit, jadi ngga bisa lari terus. Company juga butuh waktu untuk create earnings,” tutur dia.

Selain saham, Soni memperkirakan produk-produk reksa dana pendapatan tetap dan reksa dana pasar uang juga masih akan diburu, terutama oleh para investor institusi. Begitu pula dengan investor ritel yang akan mendiversifikasi portofolionya.

Tahun ini Bahana TCW juga bersiap untuk meluncurkan setidaknya 5 produk baru, meliputi produk reksa dana terbuka (open end) maupun produk investasi alternatif seperti reksa dana penyertaan terbatas (RDPT).

“Sebetulnya nggak baru-baru banget, tahun lalu kita mau luncurkan tapi tertunda karena pandemi, jadi semoga di tahun ini bisa,” kata nya.

Pada perbincangan dengan Bisnis sebelumnya, Soni mengatakan Bahana TCW menargetkan dana kelolaan atau asset under management (AUM) untuk akhir 2021 mereka dapat tumbuh sekitar 15 persen dari posisi penutupan 2020

“Sebenernya sih belum ada target karena kan baru recover, tapi kemarin kan pembicaraan dengan manajemen Bahana Group kita ditargetkan naik sekitar 15 persen dari closing Desember ini,” tuturnya akhir tahun lalu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

reksa dana dana kelolaan pt bahana tcw investment management
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top