Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Jenis Reksa Dana dengan Pertumbuhan NAB Tertinggi pada 2020

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan per 30 Desember 2020, nilai aktiva bersih (NAB) produk reksa dana secara industri mencapai nilai Rp573,54 triliun dengan unit penyertaan sebanyak 435,14 miliar unit.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 11 Januari 2021  |  18:32 WIB
ILUSTRASI REKSA DANA. Bisnis - Himawan L Nugraha
ILUSTRASI REKSA DANA. Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA — Masing-masing jenis reksa dana mencatatkan pertumbuhan dana kelolaan yang beragam sepanjang 2020.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan per 30 Desember 2020, nilai aktiva bersih (NAB) produk reksa dana secara industri mencapai nilai Rp573,54 triliun dengan unit penyertaan sebanyak 435,14 miliar unit.

Jika dilihat secara tahunan, posisi NAB reksa dana secara industri per akhir 2020 hanya tumbuh 5,79 persen secara year on year, dibandingkan posisi NAB reksa dana per akhir 2019 yang sebesar Rp542,17 triliun.

Presentase tersebut juga menjadi pertumbuhan tahunan yang paling minim setidaknya selama 5 tahun terakhir. Berturut-tutut pertumbuhan tahun sebelumnya adalah sebesar 7,3 persen (2019), 10,5 persen (2018), 35,1 persen (2017), dan 24,60 persen (2016).

Sementara jika dilihat per jenis, sejumlah jenis reksa dana mencatatkan pertumbuhan yang sangat signifikan sepanjang 2020, meski beberapa jenis lainnya terpantau mengalami penurunan NAB.

Reksa dana berbasis efek luar negeri (global fund) dan reksa dana berbasis sukuk (sukuk based fund) mengalami pertumbuhan NAB paling tinggi, masing-masing 73,88 dan 70,27 persen.

Namun, porsi NAB keduanya masih terbilang kecil terhadap keseluruhan industri. Per 30 Desember 2020, NAB global fund tercatat sekitar Rp12,65 triliun, sedangkan sukuk based fund hanya Rp1,74 triliun.

Pertumbuhan NAB yang tinggi juga dialami oleh jenis reksa dana pasar uang (money market fund) yakni 36,67 persen. Berbeda dengan dua sebelumnya, porsi NAB reksa dana pasar uang merupakan kedua terbesar terhadap industri yakni Rp139,15 triliun per akhir 2020.

Selanjutnya, NAB reksa dana pendapatan tetap (fixed income fund) dan exchange trade fund (ETF) juga mencetak pertumbuhan double digit. Sementara reksa dana indeks atau index fund tumbuh single digit.

NAB reksa dana pendapatan tetap tumbuh 15,03 persen menjadi Rp139,15 triliun sekaligus menjadi yang paling besar porsinya terhadap keseluruhan NAB industri, sedangkan ETF tumbuh 13,94 persen menjadi Rp16,17 triliun dan index fund tumbuh 7,49 triliun menjadi Rp9,39 triliun.

Di sisi lain, dana kelolaan tiga jenis reksa dana yakni reksa dana saham (equity fund), reksa dana campuran (mixed asset fund), dan reksa dana terproteksi (capital protected fund) menyusut dibandingkan tahun sebelumnya.

NAB equity fund yang juga salah satu penyumbang dana kelolaan terbesar susut 8,17 persen menjadi Rp127,79 triliun. Kemudian NAB mixed asset fund turun 13,11 persen menjadi Rp26,81 triliun dan capital protected fund turun 3,65 persen menjadi Rp9,36 triliun.

Pertumbuhan NAB Reksa Dana per Jenis
Jenis Reksa Dana20192020Pertumbuhan
Equity FundRp139.157Rp127.792-8,17%
Fixed Income FundRp120.971Rp139.15115,03%
Mixed Asset FundRp30.857Rp26.813-13,11%
Money Market FundRp69.178Rp94.54736,67%
Index FundRp8.741Rp9.3967,49%
Exchange Trade Fund (ETF)Rp14.196Rp16.17513,94%
Capital Protected FundRp150.770Rp145.267-3,65%
Sukuk Based FundRp1.026Rp1.74770,27%
Global FundRp7.275Rp12.65073,88%
Total NABRp542.174Rp573.5425,79%

Sumber: OJK

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

reksa dana investasi reksa dana
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top