Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pacu Produk Bernilai Tambah, Panca Mitra (PMMP) Bangun Pabrik ke-8

PMMP mulai membangun pabriknya yang ke-8 dengan nilai investasi sekitar Rp 75 miliar.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 07 Januari 2021  |  12:16 WIB
Ilustrasi pabrik ke/8 PT Panca Mitra Multiperdana Tbk. (PMMP).
Ilustrasi pabrik ke/8 PT Panca Mitra Multiperdana Tbk. (PMMP).

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten olahan makanan laut PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP) memulai pembangunan pabrik ke-8 di Situbondo, Jawa Timur, untuk meningkatkan produk bernilai tambah (value added).

Direktur Utama Panca Mitra Multiperdana Martinus Soesilo menyampaikan perusahaan mengubah fokus produk dari commodity menjadi produk value added untuk meningkatkan profitabilitas.

"Selain itu, ada peningkatan permintaan produk value added di pasar utama Panca Mitra Multiperdana, yakni Amerika Serikat dan Jepang," paparnya dalam siaran pers, Kamis (7/1/2021).

Dalam upaya ekspansi usahanya, emiten dengan kode perdagangan saham PMMP ini terus mengembangkan pabriknya. Setelah sebelumnya beroperasi dengan 7 pabrik, PMMP mulai membangun pabriknya yang ke-8 dengan nilai investasi sekitar Rp 75 miliar.

Sumber yang pendanaan dari initial public offering (IPO). PMMP resmi mencatatkan saham perdana (listing) di Bursa Efek Indonesia pada Jumat (18/12/2020), dengan perolehan dana Rp 118,6 miliar.

"Pabrik kami yang ke-8 telah dimulai pembangunannya hari ini, Kamis 7 Januari, dan kami targetkan pabrik ini akan mulai bisa beroperasi pada bulan Juli 2021. Melalui pembangunan pabrik ke-8 ini yang berlokasi di Situbondo ini, PMMP menargetkan untuk meningkatkan volume penjualan dan menambah varian produk value added yang akan dipasarkan," jelasnya.

Terkait volume dan total penjualan PMMP pada tahun 2020, Martinus memperkirakan akan tumbuh sekitar 18 persen, yang didorong oleh meningkatnya permintaan pelaku pasar ritel di Amerika Serikat.

Pada 2021, PMMP menargetkan untuk meningkatkan volume penjualan sebesar menjadi sekitar 20.000 ton dan peningkatan penjualan sebesar 12 persen menjadi sekitar US$190 juta.

Adapun kegiatan usaha dan penjualan ekspor PMMP tidak terganggu di tengah pandemi Covid-19, karena PMMP berfokus pada pasar ekspor yang tidak terdampak efek pandemi.

Selain itu, berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2020, industri ekspor dan kebutuhan pangan juga dikecualikan dari Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Begitupun dengan lokasi produksi Perseroan yang terletak di Situbondo, Jawa Timur yang tidak terdampak pembatasan kegiatan masyarakat secara ketat yang baru saja diumumkan oleh Pemerintah Pusat kemarin.

Sebagai informasi, Panca Mitra Multiperdana bergerak di sektor konsumen berbasis ekspor, khususnya pada sektor pengolahan udang. Didirikan pada tahun 1997, dan mulai beroperasi secara penuh pada tahun 2004, dengan memiliki sebuah fasilitas produksi yang berlokasi di Situbondo, Jawa Timur.

Sejak itu, PMMP telah menjadi salah satu eksportir udang terbesar di Indonesia, dengan jumlah volume tonase ekspor udang nomor dua terbesar di Indonesia pada tahun 2019, dengan tujuan ekspor utama Amerika Serikat dan Jepang.

Saat ini, PMMP memiliki 7 fasilitas produksi yang terletak di Situbondo dan Tarakan dengan kapasitas produksi mencapai kurang lebih 25.000 ton per tahun.

Selain itu, fasilitas produksi PMMP juga didukung oleh fasilitas cold storage dengan kapasitas mencapai 46.000, yang menjadikan perseroan sebagai shrimp processor dengan fasiitas cold storage terbesar di Indonesia.

Produk utama PMMP terbagi menjadi 3 kategori utama, yakni Raw Shrimp, Cooked Shrimp, dan Value Added Shrimp, dengan tujuan ekspor ke lebih dari 5 negara di Asia, Eropa, dan Amerika Serikat.

Penjualan PMMP didominasi oleh dua importir utama, yakni Amerika Serikat dengan total volume penjualan sekitar 70 persen–75 persen dan Jepang dengan total volume penjualan sekitar 20 persen–25 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ipo pabrik Kinerja Emiten Panca Mitra Multiperdana
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top