Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PP Presisi Bukukan Kontrak Baru Rp2,8 Triliun pada Akhir 2020

Sekretaris Perusahaan PP Presisi Adelia Auliyanti mengatakan nilai kontrak baru yang didapatkan perseroan pada tahun lalu terdiri dari proyek eksternal sebesar 33,7 persen dan proyek internal sebesar 66,3 persen.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 05 Januari 2021  |  18:41 WIB
Proyek PT PP Presisi Tbk. - repro / pp/presisi.co.id
Proyek PT PP Presisi Tbk. - repro / pp/presisi.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - PT PP Presisi Tbk. (PPRE) membukukan nilai kontrak baru senilai Rp2,8 triliun di sepanjang masa pandemi 2020.

Sekretaris Perusahaan PP Presisi Adelia Auliyanti mengatakan nilai kontrak baru yang didapatkan perseroan pada tahun lalu terdiri dari proyek eksternal sebesar 33,7 persen dan proyek internal sebesar 66,3 persen.

“Kontrak baru 2020 Rp2,8 triliun, pencapaian 127,3 persen dari target Rp2,2 triliun,” kata Adelia kepada Bisnis, Selasa (5/1/2021).

Untuk tahun ini, emiten dengan kode saham PPRE itu membidik nilai kontrak baru senilai Rp3,2 triliun - Rp3,6 triliun atau naik lebih dari 50 persen dibandingkan dengan target 2020.

Optimisme pemasangan target pada 2021 yang lebih tinggi itu pun menyusul ketercapaian target pada 2020.

Adelia menjelaskan strategi perseroan untuk mencapai target tersebut antara lain memperluas porsi pasar eksternal dari pemerintah maupun swasta, meningkatkan sinergi dan kolaborasi dengan induk yaitu PT PP (Persero) Tbk., dan pengembangan sektor jasa pertambangan dari Grup PTPP.

Sebelumnya, Direktur Peralatan & SCM Wira Zukhrial mengungkapkan beberapa kontrak proyek yang sedang dibidik perseroan tahun ini antara lain tkawasan industri di Kalimantan TImur, fly over Kopo di Bandung, dan akses Kertajati.

Seiring dengan kenaikan target kontrak baru, PPRE juga menetapkan target pendapatan pada kisaran Rp2,9 triliun - Rp3 triliun pada 2021. Perseroan berharap lini bisnis jasa pertambangan bakal memberikan kontribusi lebih terhadap pos pendapatan berulang atau recurring income.

“Lini bisnis jasa pertambangan yang sudah kami mulai dari 2019 dan 2020 harapannya pada 2021 nanti bisa memberikan sumbangan ke kinerja perseroan sebesar 10 persen - 15 persen,” kata Direktur Keuangan PP Presisi Benny Pidakso.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emiten korporasi pt pp
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top