Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rupiah Diprediksi Menguat Tahun Depan, Tetapi...

Belum meratanya distribusi vaksin virus corona dapat memicu kenaikan jumlah kasus positif virus corona di Indonesia. Hal ini akan berimbas pada lesunya nilai mata uang rupiah.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 31 Desember 2020  |  12:30 WIB
Karyawan menghitung dolar AS di Jakarta, Rabu (18/11/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Karyawan menghitung dolar AS di Jakarta, Rabu (18/11/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Nilai tukar rupiah diprediksi akan menunjukkan tren positif pada tahun depan. Meski demikian, sentimen pandemi virus corona kemungkinan besar masih akan memicu pelemahan pada kuartal I/2021.

Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, pergerakan rupiah sepanjang tahun 2020 memiliki volatilitas yang tinggi. Hal tersebut seiring dengan kepanikan pelaku pasar terhadap pandemi virus corona yang melanda dunia.

“Bahkan sempat mendekati level Rp17.000 pada April 2020. Tetapi, setelah kepanikan mereda, nilai rupiah cenderung kembali menguat,” katanya saat dihubungi pada Rabu (30/12/2020).

Menurut Ariston, potensi pelemahan rupiah masih terbuka pada awal 2021 mendatang. Pelaku pasar diperkirakan masih mengkhawatirkan proses distribusi vaksin virus corona yang kemungkinan belum merata ke seluruh dunia.

Belum meratanya distribusi vaksin virus corona, lanjut Ariston, dapat memicu kenaikan jumlah kasus positif virus corona di Indonesia. Hal ini akan berimbas pada lesunya nilai mata uang rupiah.

Meski demikian, ia optimistis tren pergerakan nilai rupiah akan menunjukkan hasil positif. Salah satu sentimen yang mendorong penguatan tersebut adalah optimisme pelaku pasar terkait prospek pemulihan ekonomi pada 2021 mendatang.

Ia menjelaskan, pandemi virus corona yang terkendali dengan adanya vaksin kemungkinan besar akan mendorong para investor untuk kembali ke aset-aset berisiko tinggi. Hal tersebut akan sangat menguntungkan bagi nilai rupiah kedepannya.

Selain itu, penguatan rupiah juga akan ditopang oleh respons positif pasar terhadap stimulus fiskal dari Amerika Serikat yang telah ditandatangani Presiden Donald Trump. Potensi penambahan paket stimulus pada masa pemerintahan Presiden Terpilih, Joe Biden, juga akan semakin melambungkan nilai rupiah.

“Paket stimulus yang berjalan dann prospek penambahan di tahun depan akan mendorong pelemahan dolar AS yang berdampak pada penguatan rupiah,” jelasnya.

Ariston memperkirakan, tren positif tersebut akan berjalan secara berkelanjutan pada setelah kuartal I/2021 mendatang. Nilai rupiah sepanjang tahun depan diprediksi di level Rp13.800 hingga Rp14.500 per dolar AS.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah Rupiah
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top