Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Saham Emiten Tambang Topang Kinerja Indeks LQ45 pada 2020

Sebagian besar saham emiten pertambangan terpantau mengisi jajaran top gainers LQ45.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 31 Desember 2020  |  18:07 WIB
Foto udara pabrik pengolahan nikel milik PT Aneka Tambang Tbk. di Kecamatan Pomalaa, Kolaka, Sulawesi Tenggara, Senin (24/8/2020).ANTARA FOTO - Jojon
Foto udara pabrik pengolahan nikel milik PT Aneka Tambang Tbk. di Kecamatan Pomalaa, Kolaka, Sulawesi Tenggara, Senin (24/8/2020).ANTARA FOTO - Jojon

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah penghuni indeks LQ45 mampu menghasilkan return positif sepanjang 2020 di tengah kinerja konstituen lainnya yang masih mencetak koreksi dan terperangkap di zona merah.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, indeks LQ45 terkoreksi 7,85 persen ke level 934,89 sepanjang 2020. Performa indeks berisikan 45 saham pilihan itu masih underperform dibandingkan dengan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang turun 5,09 persen pada tahun ini.

Bahkan, kinerja indeks saham-saham big caps itu lebih lemah dibandingkan dengan indeks SMC Liquid, atau kumpulan saham kapitalisasi pasar kecil hingga menengah. Tercatat, indeks SMC Liquid justru telah mengemas return positif 6 persen pada 2020.

Data Bloomberg menunjukkan hanya ada 19 konstituen indeks LQ45 yang mampu mencetak kenaikan harga saham sepanjang 2020. Sebagian besar saham emiten pertambangan pun terpantau mengisi jajaran top gainers LQ45.

Penguatan dipimpin oleh saham PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) yang berhasil menguat impresif 132,81 persen sepanjang tahun ini. Pada akhir perdagangan tahun ini, Rabu (30/12/2020), ANTM parkir di level Rp1.935.

Kemudian, emiten pertambangan mineral, PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) tak kalah moncer. INCO berhasil menguat 44,48 persen dan parkir di level Rp5.100.

Lalu, saham emiten pertambangan batu bara, PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) mengekor dengan menguat 36,7 persen dan berada di posisi Rp13.850 pada penutupan perdagangan 2020.

Tidak kalah, saham emiten pertambangan emas, PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) naik 35,75 persen sepanjang 2020 dan saham parkir di level Rp2.430.

Sementara itu, terdapat beberapa saham sektor lainnya yang tak kalah cuan dibandingkan dengan saham sektor tambang. Saham PT Surya Citra Media Tbk. (SCMA), contohnya, berhasil mengalami penguatan hingga 58,48 persen sepanjang 2020. Saham SCMA parkir di level Rp2.290.

Saham PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) juga mampu mencetak imbal hasil positif. Perusahaan afiliasi Grup Saratoga itu menguat 44,33 persen ke level Rp1.630 sampai dengan penutupan perdagangan 2020.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI emiten tambang lq45
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top