Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Logo baru Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terpasang di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (2/7/2020). - ANTARA FOTO/Aprillio Akbar\\r\\n
Premium

Keleidoskop 2020: Emiten BUMN Farmasi vs Tambang Logam

30 Desember 2020 | 20:30 WIB
Emiten badan usaha milik negara (BUMN) sektor farmasi dan tambang menjadi incaran investor sepanjang periode berjalan 2020 yang diwarnai berbagai polemik akibat dampak penyebaran pandemi Covid-19 hingga kasus korupsi di tubuh perseroan pelat merah.

Bisnis.com, JAKARTA — Penyebaran pandemi Covid-19 dan gonjang-ganjing kasus korupsi yang mendera keluarga perseroan pelat merah tidak menghalangi sederet emiten badan usaha milik negara (BUMN) untuk mencetak imbal hasil atau return positif periode 2020.

Gonjang-ganjing yang terjadi di pasar modal Indonesia tahun ini akibat dampak pandemi Covid-19 turut berimbas kepada emiten BUMN. Kondisi itu tecermin dari pergerakan IDX BUMN20 yang sempat terhempas ke level 201,347 pada 24 Maret 2020.

Kendati demikian, IDX BUMN20 mulai bangkit setelahnya. Indeks yang beranggotakan 20 emiten pilihan dari BUMN, BUMD, dan afiliasinya itu mampu meraih rapor hijau dan mengungguli atau outperform dari indeks harga saham gabungan (IHSG).

IDX BUMN20 parkir di level 392,12 akhir perdagangan Rabu (30/12/2020) atau menguat 0,45 persen year to date (ytd). Pencapaian itu berbanding terbalik dengan IHSG yang terkoreksi 5,09 persen ke level 5.979,07 pada periode yang sama.

Rapor hijau sederet emiten BUMN dibukukan di tengah dinamika yang mewarnai perjalanan keluarga perseroan pelat merah. Salah satunya penetapan tersangka kasus PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang menjadi pembuka perjalanan pada Januari 2020.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top