Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bakal IPO Rp1 Triliun, OJK Tetapkan FAP Agri (FAPA) Masuk Saham Syariah

Otoritas Jasa Keuangan telah menerbitkan satu Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan terkait dengan penetapan Efek Syariah yaitu Keputusan Nomor: KEP-67/D.04/2020 tentang Penetapan Saham PT FAP Agri Tbk sebagai Efek Syariah.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 25 Desember 2020  |  08:52 WIB
Karyawan berada di dekat logo Otoritas Jasa Keuangan di Jakarta, Jumat (17/1/2020). Bisnis - Abdullah Azzam
Karyawan berada di dekat logo Otoritas Jasa Keuangan di Jakarta, Jumat (17/1/2020). Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan menetapkan calon emiten perkebunan kelapa sawit PT FAP Agri Tbk. ke dalam daftar efek syariah.

Otoritas Jasa Keuangan telah menerbitkan satu Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan terkait dengan penetapan Efek Syariah yaitu Keputusan Nomor: KEP-67/D.04/2020 tentang Penetapan Saham PT FAP Agri Tbk sebagai Efek Syariah pada tanggal 17 Desember 2020.

"Dengan dikeluarkannya Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan tersebut, maka Efek tersebut masuk dalam Daftar Efek Syariah sebagaimana Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor: KEP-63/D.04/2020 tanggal 23 November 2020 tentang Daftar Efek Syariah," papar keterangan OJK, dikutip Jumat (25/12/2020).

Dikeluarkannya keputusan tersebut adalah sebagai tindak lanjut dari hasil penelaahan Otoritas Jasa Keuangan terhadap pemenuhan kriteria Efek Syariah atas Pernyataan Pendaftaran yang disampaikan PT FAP Agri Tbk sebagai Efek Syariah.

Sumber data yang digunakan sebagai bahan penelaahan berasal dari dokumen Pernyataan Pendaftaran serta data pendukung lainnya berupa data tertulis yang diperoleh dari emiten maupun dari pihak–pihak lainnya yang dapat dipercaya.

Sementara itu, dalam keterangan Bursa Efek Indonesia, FAP Agri bakal melangsungkan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) pada 4 Januari 2021.

"Efek perseroan akan dicatatkan di Bursa pada 4 Januari 2021 dengan menggunakan kode FAPA," papar BEI, Senin (21/12/2020).

PT BCA Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek dalam gelaran IPO FAP Agri optimistis investor akan menyerap dengan baik saham calon emiten itu kendati harga penawaran saham cukup premium.

Untuk diketahui, dalam keterbukaan informasi di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), calon emiten itu akan melepas sebanyak-banyaknya 544.411.800 atau 544,41 juta saham dengan nilai nominal Rp1.000 per saham.

Sementara itu, harga pelaksanaan saham perusahaan perkebunan sawit itu mencapai Rp1.840 per saham sehingga FAP Agri berpotensi meraih dana IPO Rp1 triliun.

Lebih rinci, masa penawaran umum saham FAP Agri pada 21-23 Desember 2020. Tanggal penjatahan 29 Desember 2020, distribusi saham elektronik dan pengembalian uang pemesanan pada 30 Desember 2020. Tanggal pencatatan di BEI pada 4 Januari 2021.

BCA Sekuritas menilai FAP Agri adalah perusahaan perkebunan kelapa sawit yang cukup besar dan memiliki prospek yang sangat baik.

“Prospek penyerapan IPO cukup baik berdasarkan minat yang telah kami dapat dalam masa penawaran awal,” ujar Presiden Direktur BCA Sekuritas Mardy Sutanto kepada Bisnis, Jumat (18/12/2020).

Mardy mengaku telah melakukan diskusi dengan beberapa calon investor melalui virtual meeting. Kendati demikian, dia tidak menjelaskan secara detail jumlah penawaran yang masuk terhadap rencana aksi IPO FAP Agri.

Adapun, Mardy menjelaskan bahwa penetapan harga saham FAP Agri yang cukup mahal itu selain karena kepemilikan lahan pengembangan yang cukup luas, juga berdasarkan proyeksi pendapatan bersih perseroan pada 2022.

Kegiatan usaha FAP Agri diproyeksikan mencapai profitabilitas yang stabil setelah investasi untuk pengembangan lahan baru selama beberapa tahun terakhir. Untuk diketahui, FAP Agri memiliki total penguasaan lahan untuk dikembangkan saat ini lebih dari 110.000 hektare (ha).

Operasional FAP Agri membentang di Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, dan Riau, yang mencakup kedalam 10 entitas anak perusahaan, 5 pabrik Kelapa Sawit (PKS) dengan kapasitas total lebih dari 200 ton per Jam, dan 1 pabrik pengolahan kernel (Kernell Crushing Plant).

Di sisi lain, Mardy memproyeksi sektor perkebunan kelapa sawit semakin moncer pada tahun depan seiring dengan harga minyak sawit atau crude palm oil (CPO) telah menunjukkan tren positif selama beberapa bulan terakhir.

“BCA Sekuritas berpendapat bahwa industri kelapa sawit merupakan salah satu industri di mana Indonesia memiliki keunggulan dari sisi iklim, ketersediaan lahan dan keahlian serta tenaga kerja dalam mengelola perkebunan kelapa sawit secara modern dan profesional,” papar Mardy.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

OJK saham syariah FAP Agri
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top