Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dana Terhimpun dari IPO Tahun Ini Rendah, Ini Kata BEI

Realisasi per 22 Desember 2020 yang mencapai 50 perusahaan yang IPO berada di bawah pencapaian tahun lalu. Pada 2019, sebanyak 55 perusahaan melantai di bursa dan mengumpulkan Rp14,87 triliun dari pasar modal.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 24 Desember 2020  |  15:05 WIB
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (10/9/2020). - Bisnis/Himawan L Nugraha
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (10/9/2020). - Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA — Total dana yang berhasil dihimpun dari pasar modal melalui skema penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) tahun ini hanya sekitar Rp5 miliar. Kendati demikian, otoritas Bursa optimistis kondisi bisa lebih baik tahun depan.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, per 22 Desember 2020 telah ada 50 perusahaan yang mencatatkan diri di Bursa melalui IPO dengan total dana yang berhasil dihimpun sebesar Rp5,49 triliun.

Realisasi tersebut jauh di bawah pencapaian tahun lalu, yang mana sepanjang 2019 ada 55 perusahaan yang IPO dan berhasil mengumpulkan Rp14,87 triliun dari pasar modal.

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna mengatakan kondisi pandemi Covid-19 yang melanda dunia, termasuk Indonesia menjadi salah satu penyebab menurunnya fund raising dari pasar modal tahun ini dibandingkan tahun lalu.

Meskipun demikian, Nyoman optimistis tahun depan akan lebih baik seiring dengan hadirnya sejumlah kebijakan pemerintah seperti Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan kebijakan terkait penyediaan vaksin kepada masyarakat.

Menurutnya, kebijakan tersebut akan menumbuhkan optimisme bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia yang akan mencapai 5 persen pada tahun 2021 sebagaimana proyeksi Bappenas.

“Dengan demikian kami berharap  jumlah pencatatan efek baik Saham maupun EBUS dan efek-efek lainnya serta jumlah dana yang dihimpun akan meningkat seiring dengan potensi rebound sektor-sektor industri di tahun 2021,” kata Nyoman, Kamis (24/12/2020).

Lebih lanjut dia menyampaikan bahwa per 23 Desember 2020, masih terdapat 17 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham di BEI. Adapun, salah satunya akan tancap gas melantai di bursa sebelum pergantian tahun.

“Progress terkini dari proses IPO yang dilakukan, satu di antaranya diprediksi akan melakukan IPO pada bulan Desember 2020,” ujar dia.

Adapun, dari 17 perusahaan yang ada dalam pipeline, paling banyak yakni 6 perusahaan berasal dari sektor Trade, Services & Investment.

Kemudian masing-masing 2 perusahaan dari sektor Property, Real Estate & Building Construction; Infrastructure, Utilities, & Transportation; Agriculture; Miscellaneous Industry; dan Finance. Sementara 1 lainnya dari sektor Mining.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa efek indonesia ipo
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top