Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PTPP Setor Modal untuk Perusahaan Patungan KIT Batang

PTPP bersama PT Kawasan Industri Wijayakusuma, PT Perkebunan Nusantara IX, dan Perusahaan Umum Daerah Aneka Usaha Kabupaten Batang telah melakukan penyertaan saham ke perusahaan patungan PT Kawasan Industri Terpadu Batang.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 17 Desember 2020  |  10:51 WIB
Presiden Joko Widodo (tiga kanan) didampingi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia (tiga kiri), Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir (kiri), Bupati Batang Wihaji (empat kiri) dan jajaran menteri lainnya berbincang saat peninjauan Kawasan Industri Terpadu Batang dan Relokasi Investasi Asing ke Indonesia di Kedawung, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Selasa (30/6/2020).  - ANTARA
Presiden Joko Widodo (tiga kanan) didampingi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia (tiga kiri), Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir (kiri), Bupati Batang Wihaji (empat kiri) dan jajaran menteri lainnya berbincang saat peninjauan Kawasan Industri Terpadu Batang dan Relokasi Investasi Asing ke Indonesia di Kedawung, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Selasa (30/6/2020). - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten BUMN PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. telah menyetor modal ke perusahaan patungan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang senilai Rp17,5 miliar.

Sekretaris Perusahaan PT PP Yuyus Juarsa menyampaikan perseroan bersama PT Kawasan Industri Wijayakusuma, PT Perkebunan Nusantara IX, dan Perusahaan Umum Daerah Aneka Usaha Kabupaten Batang telah melakukan penyertaan saham ke perusahaan patungan PT Kawasan Industri Terpadu Batang.

“Pementukan usaha patungan ini turut menunjang kegiatan usaha perseroan di mana perseroan akan memeroleh recurring income dari penyertaan tersebut sehingga memperkuat keuangan perseroan,” tulis Yuyus dalam keterbukaan informasi, Rabu (16/12/2020).

Adapun, modal dasar untuk PT Kawasan Industri Terpadu Batang dinyatakan senilai Rp200 miliar. Sementara modal yang telah ditempatkan dan disetor senilai Rp50 miliar.

Di dalamnya, emiten dengan kode saham PTPP ini menggenggam sebanyak 35 persen dari modal ditempatkan dan disetor atau setara dengan Rp17,5 miliar.

PT Kawasan Industri Wijayakusuma memiliki saham sebesar 30 persen atau setara dengan Rp15 miliar, PT Perkebunan Nusantara IX memiliki saham sebesar 25 persen atau setara dengan Rp12,5 miliar.

Sedangkan Perusahaan Umum Daerah Aneka Usaha Kabupaten Batang memiliki porsi saham sebesar 10 persen atau setara Rp5 miliar.

Sebelumnya, Direktur Utama PTPP Novel Arsyad menjelaskan pihaknya tengah mempersiapkan pematangan lahan di Batang, Jawa Tengah.

“Pelaksanaannya sedang dikebut penyelesaiannya supaya investor yakin untuk segera bisa masuk. PP berupaya penuh untuk menuntaskannya,” kata Novel kepada Bisnis.

Adapun, lahan di KIT Batang seluas 450 hektare disebut siap bertahap pada Desember 2020 dan Januari 2021. Setelah pematangan, Novel berharap infrastruktur di sana bisa segera dieksekusi.

KIT Batang memiliki keunggulan antara lain ketersediaan lahan yang luas, akses transportasi yang mudah karena terintegrasi dengan jalan tol Batang—Semarang, jalur kereta api, dan laut, yang selama ini tidak mengalami rob.

Tak hanya itu, konsorsium KIT Batang yang didalamnya termasuk PTPP juga tetap akan membangun akses jalur yang terintegrasi dengan jalur Pantura yang selama ini dikenal sebagai urat nadi perekonomian di Indonesia.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN ptpp Kawasan Industri Batang
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top