Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Anak Usaha Medco (MEDC) Perpanjang Kontrak Gas di Blok Rimau

Anak usaha PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), Medco E&P Indonesia mendapata perpanjangan kontrak gas di Blok Rimau hingga 2027 mendatang.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 02 Desember 2020  |  15:25 WIB
Fasilitas JOB Pertamina-Medco E&P Simenggaris di Blok Simenggaris. Istimewa - SKK Migas
Fasilitas JOB Pertamina-Medco E&P Simenggaris di Blok Simenggaris. Istimewa - SKK Migas

Bisnis.com, JAKARTA - PT Medco Energi Internasional Tbk. berpeluang mendapat tambahan pendapatan seiring dengan amandemen kontrak gas dari sumur Blok South Sumatra.

Perseroan melalui entitas usahanya, PT Medco E&P Indonesia, telah melakukan penandatanganan amandemen perjanjian jual beli gas (PJBG) dengan PT Medco E&P Rimau.

Amandemen PJBG itu untuk menambah jumlah kontrak gas dari PJBG 2016 sehingga secara keseluruhan mencapai sebesar 9.015 TBTU. Adapun, gas tersebut berasal dari sumur-sumur di Blok South Sumatra untuk mendukung aktivitas lifting minyak Blok Rimau di Sumatera Selatan. Melalui amandemen PJBG itu juga perseroan mendapatkan perpanjangan periode kontrak menjadi hingga 31 Desember 2027.

Direktur Utama Medco E&P Indonesia Ronald Gunawan mengatakan bahwa penjualan gas tersebut akan memberikan kontribusi pendapatan kotor gabungan dari Blok South Sumatera dan Rimau sekitar US$11,09 juta, dengan pendapatan pemerintah sebesar US$11,61 juta, dan kontraktor sebesar US$ 3,31 juta. 

“Kami gembira dengan penandatanganan kesepakatan tersebut yang akan menambah pendapatan perusahaan dan mendukung aktivitas lifting minyak dari Blok Rimau,” ujar Ronald seperti dikutip dari keterangan resmi yang diterima Bisnis, Rabu (2/12/2020).

Adapun, penandatangan itu dilakukan oleh Direktur Utama Medco E&P Ronald Gunawan pada Rabu, 2 Desember 2020 disaksikan oleh Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto pada acara International Convention on Indonesia Upstream Oil & Gas 2020 secara virtual di Jakarta. 

Di sisi lain, hingga kuartal III/2020 emiten berkode saham MEDC itu membukukan pendapatan sebesar US$792,89 juta hingga kuartal III/2020. Pencapaian itu lebih rendah 18,27 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar US$970,24 juta.

Seiring dengan penurunan tersebut, MEDC membukukan rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$130,11 juta. Hal itu berbanding terbalik dengan pencapaian sembilan bulan pertama 2019 yang mencatatkan laba sebesar US$19,27 juta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

medco Kinerja Emiten
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top