Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Desember Ceria di Bursa Amerika, Investor di Wall Street Bergembira

Indeks Dow Jones Industrial Average mengawali perdagangan dengan penguatan 1,06 persen, sedangkan indeks Nasdaq Composite menguat 0,64 persen.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 01 Desember 2020  |  21:52 WIB
Lambang Nasdaq Market Site di Times Square, New York -  Bloomberg / Demetrius Freeman
Lambang Nasdaq Market Site di Times Square, New York - Bloomberg / Demetrius Freeman

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Amerika Serikat mengawali perdagangan bulan Desember 2020 dengan tren bullish, sejalan dengan bursa saham global.

Dilansir dari Bloomberg pada Selasa (1/12/2020), indeks Dow Jones Industrial Average mengawali perdagangan dengan penguatan 1,06 persen, sedangkan indeks Nasdaq Composite menguat 0,64 persen.

Suasana rick-on menyebar di pasar saham global. indeks Russell 2000 yang berisikan saham-saham berkapitalisasi kecil naik 1,3 persen, mengungguli indeks Nasdaq 100.

Sementara itu, saham siklis memimpin kenaikan di bursa Eropa, dan saham Inggris naik hampir 2 persen setelah ahli analis Goldman Sachs Group Inc. merekomendasikan beli sebelum kesepakatan perdagangan Brexit.

"Saya percaya diri bahwa portofolio investasi perlu diposisikan untuk mendapat keuntungan menuju tahun 2021," jelas Chief Investment Officer AXA Investment Managers Chris Iggo, seperti dikutip Bloomberg.

Masih belum ada tanda-tanda bahwa reli yang dipicu oleh terobosan vaksin akan berakhir. Pfizer Inc. dan mitranya BioNTech SE telah meminta izin untuk penggunaan vaksin Covid-19 di Uni Eropa. BioNTech mengatakan dapat mulai mengirimkan dosis pertama dalam beberapa jam setelah persetujuan.

Data ekonomi yang kuat dari Asia juga menambah sentimen positif di pasar. Indeks aktivitas manufaktur di beberapa ekonomi utama ekspor terbesar di Asia Utara rebound di bulan November dan pemulihan China terus mengangkat perekonomian wilayah tersebut.

Sementara itu, Gubernur The Fed Jerome Powell memperingatkan Senat AS bahwa perekonomian Negeri Paman Sam masih dilanda ketidakpastian meskipun muncul kabar terkait kejelasan vaksin virus corona.

Dalma pernyataannya di hadapan Senat AS pada Selasa waktu setempat, Powell tidak menjelaskan secara rinci respon yang akan dilakukan The Fed terkait kekhawatiran ini. Meski demikian, pihaknya akan menggunakan seluruh instrumen yang ada guna memastikan pemulihan ekonomi berjalan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa as wall street
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top