Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mantap! Laba LSIP Meroket 427 Persen pada Kuartal III/2020

Posisi laba perseroan mencapai Rp277,05 miliar pada kuartal III/2020, naik dari Rp52,53 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 30 November 2020  |  13:18 WIB
Gedung PT PP London Sumatra Indonesia Tbk di Medan. - Bisnis
Gedung PT PP London Sumatra Indonesia Tbk di Medan. - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten perkebunan Grup Salim, PT PP London Sumatra Indonesia Tbk., berhasil membukukan pertumbuhan laba signifikan hingga akhir September 2020, seiring dengan kenaikan harga minyak sawit atau crude palm oil (CPO).

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, emiten berkode saham LSIP itu membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp277,05 miliar hingga kuartal III/2020.

Pencapaian itu tumbuh impresif hingga 427,38 persen secara year on year (yoy) dari Rp52,53 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Padahal, penjualan LSIP terkontraksi 11,9 persen yoy menjadi Rp2,27 triliun dibandingkan dengan kuartal III/2019 sebesar Rp2,58 triliun.

Manajemen PP London Sumatra Indonesia menjelaskan bahwa pelemahan kinerja itu disebabkan oleh penurunan volume penjualan produk sawit, termasuk CPO, palm kernel (PL) dan produk turunannya, serta komoditas karet.

LSIP mencatatkan volume penjualan CPO turun 26,5 persen yoy menjadi 221.916 ton dan volume penjualan PK dan produk turunannya turun 26,5 persen yoy menjadi 61.581 ton.

Hal itu pun seiring dengan volume produksi TBS inti perseroan yang turun 13,5 persen yoy menjadi 906.357 ton dan produksi CPO yang ikut terkontraksi 20,6 persen yoy menjadi 227.355 ton

“Tetapi, [kinerja] sebagian diimbangi peningkatan harga jual atau ASP produk sawit. Pada sembilan bulan pertama 2020 ASP CPO dan PK naik masing-masing 24 persen yoy,” tulis Manajemen PP London Sumatra Indonesia dikutip dari keterangan resminya, Senin (30/11/2020).

Perseroan pun tampak berhasil menekan sejumlah beban, antara lain beban pokok penjualan yang turun 21,8 persen yoy menjadi Rp1,79 triliun, beban umum dan administrasi yang turun 35.2 persen menjadi Rp155,72 miliar. 

LSIP juga mencatatkan laba selisih kurs sebesar Rp1,5 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu merugi Rp464 juta, kendati hingga kuartal III/2020 mencatatkan rugi yang timbul dari perubahan nilai wajar aset biologis sebesar Rp41,56 miliar.

Di sisi lain, total liabilitas perseroan per akhir September 2020 naik menjadi Rp1,87 triliun dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2019 sebesar Rp1,72 triliun.

Liabilitas itu terdiri atas jangka pendek sebesar Rp622 miliar dan liabilitas jangka panjang sebesar Rp1,25 triliun.

Namun, total aset perseroan per 30 September 2020 berada di posisi Rp10,54 triliun, lebih tinggi daripada total aset per akhir Desember 2019 sebesar Rp10.22 triliun.

“Lonsum mempertahankan posisi keuangan yang sehat dengan total aset Rp10,54 triliun termasuk posisi kas dan setara kas Rp1,69 triliun dan dengan tidak adanya pendanaan melalui hutang (funded debt) pada 30 September 2020,” tulis Manajemen PP London Sumatra Indonesia.

Di lantai bursa, pada perdagangan Senin (30/11/2020) hingga penutupan sesi I LSIP menguat 5,13 persen atau 60 poin ke posisi Rp1.230. Dalam enam bulan terakhir saham menguat 69,66 persen.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kinerja Emiten london sumatra indonesia
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top