Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Obligasi Ritel Masih Akan Diminati Masyarakat 2021 Mendatang, Ini Sebabnya

Minat masyarakat untuk membeli obligasi ritel pada 2021 kemungkinan masih akan tetap tinggi. Selain keamanannya, masyarakat Indonesia saat ini juga sudah memiliki pemahaman yang cukup baik terhadap pentingnya berinvestasi serta instrumen-instrumen yang dapat dipilih.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 23 November 2020  |  13:58 WIB
Obligasi Ritel Indonesia - Istimewa
Obligasi Ritel Indonesia - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Meski menunjukkan tren penurunan penjualan dalam beberapa seri terakhir, prospek pasar obligasi ritel di Indonesia pada tahun 2021 mendatang masih cerah.

Berdasarkan data yang diolah Bisnis, hasil penjualan obligasi ritel pada tahun 2020 telah mencapai Rp71,36 triliun dari lima seri obligasi ritel yang telah ditawarkan, yakni SBR009, SR012, ORI017, SR013, dan ORI018.

Pada penjualan ORI018, pemerintah berhasil mengumpulkan penjualan sebesar Rp12,97 triliun. Angka tersebut terpaut jauh dibandingkan seri yang ditawarkan sebelumnya, SR013 sebesar Rp25,67 triliun.

Sementara itu, penjualan seri obligasi ritel terakhir pada tahun ini, yakni seri ST007 sejauh ini terjual sebesar Rp4,09 triliun. Adapun penjualan ST007 akan ditutup pada 25 November mendatang.

Head of Economics Research Pefindo Fikri C. Permana mengatakan, prospek obligasi ritel pada tahun depan masih sangat bagus. Salah satu penopang prospek obligasi ritel di Indonesia adalah semakin tingginya minat masyarakat untuk berinvestasi.

Hal tersebut terlihat dari jumlah penjualan obligasi ritel sepanjang 2020 yang menunjukkan tren kenaikan. Perolehan penjualan obligasi ritel Indonesia pada tahun ini jauh lebih baik dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Pada 2019 lalu, pemerintah menghimpun dana sebesar Rp49,7 triliun dari 10 seri obligasi yang ditawarkan.

Menurut Fikri, hal tersebut menandakan pasar obligasi ritel di Indonesia masih cukup besar dan belum tergarap sepenuhnya. Obligasi ritel juga dapat menjadi instrumen perkenalan untuk investor yang baru memasuki dunia pasar modal.

Hal ini karena risiko obligasi ritel yang minim serta tingkat return yang lebih tinggi dibandingkan dengan instrumen sejenis seprti deposito.

“Minat masyarakat untuk membeli obligasi ritel pada 2021 kemungkinan masih akan tetap tinggi. Selain keamanannya, masyarakat Indonesia saat ini juga sudah memiliki pemahaman yang cukup baik terhadap pentingnya berinvestasi serta instrumen-instrumen yang dapat dipilih, termasuk obligasi ritel,” imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pasar obligasi obligasi ritel indonesia
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top