Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemangkasan BI7DDR Tak Kuat Topang Rupiah

Pemangkasan suku bunga secara mengejutkan oleh Bank Indonesia tidak mampu menahan pelemahan rupiah di hadapan penguatan dolar AS.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 19 November 2020  |  15:29 WIB
Karyawati menghitung uang dolar AS di Jakarta, Rabu (16/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Karyawati menghitung uang dolar AS di Jakarta, Rabu (16/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Mata uang rupiah terkoreksi pada akhir perdagangan Kamis (19/11/2020) setelah Bank Indonesia memutuskan untuk. menurunkan suku bunga 7-Days Reserve Repo Rate menjadi 3,75 persen.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot terdepresiasi 0,60 persen menjadi Rp14.155 per dolar AS pada Kamis (19/11/2020). Sejak awal tahun, rupiah turun 2,08 persen.

Di sepanjang hari perdagangan, mata uang Garuda bergerak pada rentang Rp14.080 - Rp14.180 per dolar AS.

Di kawasan Asia Pasifik, rupiah tidak melemah sendirian walau turun paling dalam. Mata uang yuan China ikut tergerus 0,26 persen, baht Thailand turun 0,25 persen, dan dolar Singapura melemah 0,18 persen.

Pada saat bersamaan, indeks dolar AS melesat 0,18 persen menjadi 92.480 pada pukul 15.12 WIB.

Direktur TFRX Garuda Berjangka Ibrahim menilai pemangkasan suku bunga secara mengejutkan oleh Bank Indonesia tidak mampu menahan pelemahan rupiah di hadapan penguatan dolar AS.

“Penurunan suku bunga acuan diambil dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi global yang terus membaik, pertumbuhan ekonomi kuartal III di sejumlah negara mulai membaik,” kata Ibrahim, Kamis (19/11/2020).

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 18-19 November 2020 memutuskan untuk menurunkan suku bunga BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 basis poin menjadi 3,75 persen yang diumumkan pada Kamis (19/11/2020).

Di luar negeri, investor disebut tengah mencermati data klaim pengangguran di AS yang akan dirilis pada hari ini. Selain itu, langkah Bank Sentral AS (Federal Reserve) juga menjadi perhatian mengenai kebijakan moneter ke depan.

Ibrahim memperkirakan rupiah akan lanjut bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah pada perdagangan akhir pekan ini pada rentang Rp14.130 - Rp14.200 per dolar AS.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah bank indonesia dolar as
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top