Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Usai Caplok Saham Aviva di Astra Life, Apalagi Rencana Astra International (ASII) ?

PT Astra International Tbk. mengakuisisi 49,99 persen saham Astra Life dari Aviva International Holding sehingga hampir menguasai 100 persen perusahaan asuransi tersebut. Astra berharap kontribusi pendapatan dari lini usaha asuransi bisa meningkat setelah aksi akuisisi ini berlangsung.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 18 November 2020  |  18:16 WIB
Gedung Astra Life - astralife.co.id
Gedung Astra Life - astralife.co.id

Bisnis.com,JAKARTA— PT Astra International Tbk. mengharapkan kontribusi PT Astra Aviva Life terhadap laba perseroan dalam jangka panjang setelah berstatus sebagai anak usaha.

Astra International melalui PT Sedaya Multi Investama melaporkan telah mengakuisisi 49,99 saham Astra Aviva Life atau Astra Life dari Aviva International Holdings Limited pada Selasa (17/11/2020). Setelah transaksi, kepemilikan emiten berkode saham ASII itu naik menjadi 99,99 persen.

Sebagai catatan, Astra dan Aviva menguasai saham Astra Life dengan komposisi sama besar sebelum akuisisi. ASII mengempit sebesar 49,999962 persen, Aviva sebesar 49,999962 persen, dan Koperasi Astra International (KAI) sebesar 0,000076 persen. Kolaborasi Astra dan Aviva berlangsung selama 6 tahun.

Head of Corporate Communications Astra International Boy Kelana Soebroto mengungkapkan dana untuk akuisisi Astra Life bersumber dari pendanaan internal perseroan. Namun, pihaknya tidak menyebutkan secara detail total nilai yang dikeluarkan.

“Setelah akuisisi ini, Astra Life tidak lagi menjadi perusahaan joint venture tetapi menjadi anak perusahaan Astra sehingga diharapkan Astra Life dapat berkontribusi terhadap laba Grup Astra pada jangka panjang,” paparnya kepada Bisnis, Rabu (18/11/2020).

Boy mengatakan ASII secara rutin meninjau kembali portofolio investasi. Menurutnya, perseroan mengambil keputusan terbaik bagi kepentingan stakeholders

Sementara itu, Direktur Astra International Suparno Djasmin menyampaikan apresiasi terhadap kemitraan yang terjalin dengan Aviva selama 6 tahun. Penambahan porsi kepemilikan mencerminkan optimisme perseroan terhadap industri asuransi.

“Akuisisi ini merupakan wujud kepercayaan kami terhadap industri asuransi jiwa yang memiliki prospek menjanjikan di Indonesia,” jelasnya.

Di lain pihak, Kepala Riset Kresna Sekuritas Robertus Yanuar Hardy menilai akuisisi porsi kepemilikan Aviva merupakan langkah strategis untuk mempertahankan dominasi di entitas tersebut. Namun, lini asuransi jiwa belum akan berkontribusi signifikan dibandingkan dengan bisnis lainnya.

ASII melaporkan penurunan pendapatan bersih 26 persen secara tahunan menjadi Rp130,3 triliun pada kuartal III/2020. Dari situ, perseroan membukukan laba bersih, setelah memasukkan keuntungan penjualan saham PT Bank Permata Tbk. (BNLI), senilai Rp14,0 triliun atau turun 12 persen year on year (yoy).

Adapun, tanpa memasukkan keuntungan dari penjualan BNLI, perseroan hanya mengantongi laba bersih Rp8,2 triliun atau turun 49 persen dari Rp15,86 triliun periode yang sama tahun lalu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asuransi akuisisi astra
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top