Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BUMN Farmasi, Kimia Farma (KAEF) Proyeksi Pertumbuhan Kinerja 2020

Sekretaris Perusahaan Kimia Farma Ganti Winarno mengatakan perseroan berencana untuk menjaga kinerja dari sisi keuangan antara lain dengan meningkatkan penjualan, efisiensi beban usaha, dan pengelolaan modal kerja.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 18 November 2020  |  17:18 WIB
Favipiravir, obat yang bisa digunakan untuk terapi COVID-19 hasil produksi dari PT Kimia Farma, Tbk -  Dok. Humas Bio Farma
Favipiravir, obat yang bisa digunakan untuk terapi COVID-19 hasil produksi dari PT Kimia Farma, Tbk - Dok. Humas Bio Farma

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten BUMN farmasi PT Kimia Farma Tbk. (KAEF) memproyeksikan kinerja perseroan hingga akhir tahun ini akan lebih baik dibandingkan dengan performa pada 2019.

Sekretaris Perusahaan Kimia Farma Ganti Winarno mengatakan perseroan berencana untuk menjaga kinerja dari sisi keuangan antara lain dengan meningkatkan penjualan, efisiensi beban usaha, dan pengelolaan modal kerja hingga akhir tahun 2020.

“Kami memproyeksikan sampai dengan akhir tahun 2020, kinerja perseroan akan meningkat dibandingkan dengan tahun lalu,” ungkap Ganti kepada Bisnis, Rabu (18/11/2020).

Dari sisi operasional, emiten pelat merah tersebut menyatakan akan terus melakukan pemenuhan kebutuhan pemerintah baik dalam hal penanganan Covid-19 maupun kebutuhan pemerintah dan masyarakat dalam hal layanan kesehatan.

Terkait dengan kinerja sampai dengan triwulan ketiga tahun 2020, emiten berkode saham KAEF tersebut membukukan penjualan Rp7,04 triliun yang mengalami pertumbuhan sebesar 2,42 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada 2019.

Namun dari sisi laba bersih, perseroan mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun lalu, dengan koreksi sebesar 11,09 persen yang disebabkan karena beban bunga yang mengalami peningkatan sebesar 25,39 persen dibandingkan dengan tahun lalu.

Di sisi lain, EBITDA Kimia Farma mengalami pertumbuhan 40,14 persen dari periode yang sama tahun lalu yakni dari Rp565,13 miliar menjadi Rp791,95 miliar dan laba operasi juga mengalami pertumbuhan sebesar 17,57 persen menjadi Rp504,54 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN farmasi kimia farma
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top