Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sentimen Vaksin Covid-19 Memudar, Bursa AS Melemah di Awal Perdagangan

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Dow Jones Industrial Average melemah 0,94 persen ke level 29.668,71 pada awal perdagangan, sedangkan indeks Nasdaq Composite melemah tipis 0,04 persen dan S&P 500 melemah 0,6 persen.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 17 November 2020  |  21:44 WIB
Lambang Nasdaq Market Site di Times Square, New York -  Bloomberg / Demetrius Freeman
Lambang Nasdaq Market Site di Times Square, New York - Bloomberg / Demetrius Freeman

Bisnis.com, JAKARTA – Reli pasar saham Amerika Serikat yang dipicu ekspektasi vaksin virus corona terhenti pada perdagangan Selasa (17/11/2020), karena investor lebih khawatir penyebaran virus dalam jangka pendek.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Dow Jones Industrial Average melemah 0,94 persen ke level 29.668,71 pada awal perdagangan, sedangkan indeks Nasdaq Composite melemah tipis 0,04 persen dan S&P 500 melemah 0,6 persen.

Indeks S&P 500 melemah dari level tertinggi sepanjang masa di tengah berita bahwa vaksin Moderna Inc. terbukti 94,5 persen efektif mencegah virus corona. Sektor energi menjadi penekan utama indeks.

Di sisi lain, saham Tesla Inc. melonjak setelah pengumuman bahwa produsen mobil listrik tersebut akan masuk dalam indeks S&P 500 pada 21 Desember mendatang.

Investor berharap vaksin akan memicu pertumbuhan ekonomi tahun depan. Namun, masih ada ada tantangan dalam mendistribusikannya ke seluruh populasi dunia.

Sementara itu, Morgan Stanley menyebutkan prospek pembukaan kegiatan perdagangan akan berdampak positif bagi saham-saham siklikal seperti sektor teknologi. Meski demikian, sejumlah investor masih tetap mewaspadai dan memantau perkembangan prospek ini.

Namun, kekhawatiran tentang pemulihan ekonomi yang berkelanjutan tetap ada di tengah maraknya kasus virus di seluruh dunia. Pandemi terus meningkat di Eropa dan kasus virus corona Amerika Serikat telah mencapai 11 juta.

“Fakta bahwa perundingan stimulus di Washington terhenti dan semua statistik mengenai gelombang virus lanjutan terlihat tidak terkendali tentu merupakan kekhawatiran ganda yang kita hadapi di akhir tahun,” ungkap analis makro State Street, Marvin Loh, seperti dikutip Bloomberg.

“Meskipun cahaya di ujung terowongan terang, terowongan itu sendiri cukup panjang,” ungkapnya, yang dapat ditafsirkan bahwa jalan keluar menuju akhir pandemi masih panjang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa as wall street
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top