Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pasar Terus Menanti Stimulus AS, Bursa Asia Ditutup Variatif

Indeks S&P/ASX 200 Australia dan Topix Jepang ditutup di zona merah dengan penurunan masing-masing 0,72 persen dan 0,75 persen.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 20 Oktober 2020  |  14:17 WIB
Bursa Asia -  Bloomberg.
Bursa Asia - Bloomberg.

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Asia ditutup dengan hasil variatif seiring dengan sikap investor yang masih menanti kejelasan stimulus fiskal dari Amerika Serikat.

Dilansir dari Bloomberg pada Selasa (20/10/2020), indeks S&P/ASX 200 Australia dan Topix Jepang ditutup di zona merah dengan penurunan masing-masing 0,72 persen dan 0,75 persen. Sementara itu, indeks Hang Seng melemah 0,1 persen pada pukul 14.00 WIB.

Sementara itu. indeks Kospi Korea Selatan terpantau menguat 0,5 persen setelah dibuka di zona merah. Kenaikan juga terjadi pada indeks Shanghai Composite yang naik 0,27 persen

Para pelaku pasar pun masih terus menanti kejelasan paket stimulus sebelum pemilu AS berlangsung pada 3 Novemer mendatang. Adapun The Fed meminta adanya lebih banyak dukungan fiskal untuk membantu pemulihan ekonomi dari pandemi virus corona.

Ketua DPR AS dari Partai Demokrat Nancy Pelosi dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin dilaporkan terus melakukan pembicaraan guna mencapai kesepakatan pada paket stimulus ini. Dalam rancangan anggarannya, Partai Demokrat menolak mengurangi bantuan untuk pemerintahan daerah, pekerja, sekolah, dan layanan kesehatan.

Analis Senior Oanda, Edward Moya mengatakan pasar aset berisiko kehilangan daya tariknya seiring dengan perkembangan kasus positif virus corona di seluruh dunia. Hal ini juga diperparah dengan ketidakjelasan paket stimulus fiskal AS serta bank sentral yang mengambil kebijakan wait and see.

"Sejauh ini belum ada tanda-tanda penghapusan pelonggaran kuantitatif. Meski demikian, hal ini belum menjadi alasan yang cukup untuk membeli saham," jelasnya.

Sementara itu, angka kasus positif virus corona di seluruh dunia telah mencapai 40 juta kasus. Di AS, negara bagian Wisconsin dan sejumlah wilayah lain yang menjadi medan perang pemilihan presiden AS menimbulkan tantangan baru bagi calon petahana Donald Trump 2 minggu jelang pemilihan bergulir.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bursa Asia
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top