Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Trump Tawarkan Stimulus Lebih Besar, Harga Emas Naik

Trump mengatakan dia setuju untuk menambah paket stimulus lebih dari US$1,8 triliun. Pemberian stimulus menjadi sentimen positif bagi emas karena AS akan mencetak lebih banyak dolar sehingga inflasi terkerek. Emas dianggap sebagai aset aman yang dapat melindungi aset dar kenaikan inflasi.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 16 Oktober 2020  |  08:12 WIB
Tumpukan emas batangan. - Bloomberg
Tumpukan emas batangan. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Harga emas kembali menguat pada akhir perdagangan Kamis (15/6/2020) Waktu New York atau Jumat (16/10/2020) Waktu Jakarta. Harga emas terkerek setelah Presiden Amerika Serikat (AS) menawarkan jumlah stimulus yang lebih besar untuk memulihkan perekonomian dari dampak pandemi.

Dilansir dari Antara, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember 2020 di New York Mercantile Exchange, naik tipis 0,08 persen menjadi US$1.908,90 dolar AS per ounce.

Pada Rabu (14/10/2020), emas Comex naik 0,67 persen setelah anjlokpada Selasa (13/10/2020)

Trump mengatakan dia akan setuju untuk menambah paket stimulus lebih tinggi dari US$1,8 triliun. Jumlah ini akan ditawarkan Gedung Putih untuk mencapai kesepakatan dengan Partai Demokrat di Kongres.

"Fokusnya adalah pada harapan baru untuk pembicaraan stimulus ketika presiden AS terus mendorong untuk menyelesaikan kesepakatan dan emas mengabaikan penguatan dolar," kata analis ED&F Man Capital Markets, Edward Meir.

Namun, Meir mencatat, penguatan harga emas juga dibayangi kenaikan dolar. 

Dolar menguat terhadap mata uang saingannya, didukung oleh pernyataan Menteri Keuangan AS Steve Mnuchin yang menyebut kesepakatan stimulus akan sulit dicapai sebelum pemilihan presiden.

Di sisi lain, klaim pengangguran mingguan AS secara tak terduga naik minggu lalu. Laporan yang dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja AS pada Kamis (15/10/2020) menempatkan klaim pengangguran awal di 898.000 dalam pekan yang berakhir 10 Oktober, meningkat 53.000 dan level tertinggi dalam tujuh minggu.

“Jumlah pengangguran menunjukkan bahwa kami belum keluar dari masalah, kami masih memiliki banyak rintangan yang harus dihadapi, yang menunjukkan kemungkinan lebih banyak intervensi pemerintah melalui stimulus dan menekan suku bunga,” kata Jeffrey Sica, presiden dan kepala investasi Sica Wealth Management.

Emas, yang dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi, penurunan nilai mata uang, dan ketidakpastian, telah melonjak sekitar 25 sepanjang tahun ini, didorong oleh stimulus global besar-besaran untuk melindungi ekonomi dari kemerosotan yang disebabkan pandemi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Emas Hari Ini

Sumber : Antara

Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top