Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ada Sentimen Omnibus Law, Lelang Sukuk Diprediksi Ramai Peminat

Penawaran yang masuk pada lelang sukuk negara, Selasa (13/10/2020) diperkirakan mencapai Rp40 triliun. Animo investor disebut akan terpantik berkat sentimen pengesahan omnibus law UU Cipta Kerja
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 12 Oktober 2020  |  17:25 WIB
Ilustrasi Sukuk Ritel SR13 - Instagram @djpprkemenkau
Ilustrasi Sukuk Ritel SR13 - Instagram @djpprkemenkau

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah akan menggelar lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara esok, Selasa (12/10/2020). Dari lelang tersebut, pemerintah menargetkan penghimpunan dana sebanyak Rp10 triliun.

Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas Ramdhan Ario Maruto memperkirakan jumlah penawaran yang masuk pada lelang besok tidak akan jauh berbeda dibandingkan dengan lelang-lelang sebelumnya.

"Sepertinya akan berada di kisaran Rp20 triliun hingga Rp25 triliun melihat dari kondisi pasar utama dan sekunder selama beberapa hari terakhir," jelasnya saat dihubungi Bisnis, Senin (12/20/2020).

Ia mengatakan, pengesahan omnibus law UU Cipta Kerja akan menjadi katalis utama dalam pelelangan SBSN esok. Menurutnya, peraturan sapu jagat tersebut akan membuat alur investasi semakin mudah sehingga dapat menarik lebih banyak capital inflow.

Namun, di sisi lain, aksi penolakan omnibus law yang terjadi dalam beberapa waktu belakangan berpotensi meningkatkan tingkat ketidakpastian di Indonesia. 

Hal ini akan berimbas pada keengganan investor untuk masuk ke pasar obligasi Indonesia.

Sementara itu, Ramdhan melihat sukuk negara seri PBS026 akan banyak diminati oleh investor. Faktor ketidakpastian akibat protes omnibus law membuat para investor cenderung memilih sukuk seri pendek-menengah.

"Selain itu, investor domestik dari kalangan perbankan saat ini juga masih meramaikan pasar obligasi Indonesia. Mereka memandang seri ini cukup aman untuk investasi," katanya.

Sementara itu, Head of Economics Reserarch Pefindo Fikri C. Permana mengatakan, lelang sukuk negara pada Selasa besok masih cukup positif. Hal ini ditopang oleh minat investor domestik yang masih terjaga.

"Investor dalam negeri masih akan mendominasi lelang besok. Biasanya sekitar 90 persen investor yang mengikuti lelang sukuk berasal dari dalam negeri," katanya

Selain itu, tingkat likuiditas pasar di Indonesia juga terbilang masih baik. Hal tersebut terlihat dari pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang tumbuh double digit.

Fikri mengatakan, investor kemungkinan akan mengincar seri-seri sukuk bertenor pendek seperti SPN-S 14042021. Selain itu, seri PBS-025 kemungkinan juga akan laris karena tingkat imbal hasil yang atraktif.

"Saya cukup optimis lelang sukuk besok masih dapat mencapai Rp40 triliun," katanya.

Berdasarkan pengumuman Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, pemerintah akan melelang 6 seri sukuk negara.

Sukuk negara yang ditawarkan besok  terdiri dari satu seri Surat Perbendaharaan Negara Syariah (SPN-S) dan empatseri Project Based Sukuk (PBS).

Adapun seri sukuk negara yang akan dilelang esok adalah sebagai berikut ; 

  • Surat Perbendaharaan Negara seri SPN-S 14042021 (Diskonto; 14 April 2021);
  • Project Based Sukuk Seri PBS-027 (6,50000%; 15 Mei 2023);
  • Project Based Sukuk Seri PBS-026 (6,62500%; 15 Oktober 2024); 
  • Project Based Sukuk Seri PBS-025 (8,37500%; 15 Mei 2033); dan
  • Project Based Sukuk Seri PBS-028 (7,75000%; 15 Oktober 2046)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sukuk
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top