Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemesanan ORI018 Tembus Rp2 Triliun, Sudah Kebagian?

Data pemesanan atau completed order ORI018 senilai Rp2,10 triliun hingga Jumat (9/10/2020) pukul 15:00 WIB.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 11 Oktober 2020  |  14:04 WIB
Obligasi Ritel Indonesia - Istimewa
Obligasi Ritel Indonesia - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Kuota pemesanan obligasi negara ritel seri ORI018 tersisa sekitar Rp2,90 triliun sampai dengan 21 Oktober 2020.

Plt. Direktur Surat Utang Negara (SUN) Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Deni Ridwan mengatakan data pemesanan atau completed order ORI018 senilai Rp2,10 triliun hingga Jumat (9/10/2020) pukul 15:00 WIB. Kendati demikian, pemerintah belum berencana merevisi target.

“Sejauh ini kami belum ada rencana untuk menaikkan target penjualan,” ujarnya kepada Bisnis, akhir pekan lalu.

Sebelumnya, Deni menjelaskan bahwa target awal pemerintah untuk penjualan ORI018 senilai Rp5 triliun. Menurutnya, apabila permintaan lebih tinggi pemerintah mempertimbangkan untuk meningkatkan dari target awal.

“Kami kasih kuota sedikit dulu, silakan masukkan penawaran,” ujarnya.

Dia menyatakan optimistis animo masyarakat untuk memsan ORI018 tetap tinggi. Hal itu sama seperti dalam penawaran surat berharga negara (SBN) ritel sebelumnya.

ORI018 memiliki kupon tetap 5,70 persen. Minimum pemesanan yakni Rp1 juta dan kelipatan Rp1 juta dengan maksimum pemesanan Rp3 miliar.

Penetapan penjualan ORI018 akan dilakukan pada 23 Oktober 2020. SBN ritel itu memiliki tenor 3 tahun atau jatuh tempo pada 15 Oktober 2023.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi sbn obligasi ritel indonesia
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top