Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Omnibus Law Bisa Kerek Saham Surya Semesta (SSIA) Menuju Rp630

SSIA diperkirakan turut mendapat berkah dari kemudahan yang diberikan Pemerintah Indonesia untuk investasi asing.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 06 Oktober 2020  |  17:27 WIB
Kawasan Industri Surya Cipta, Kawarang. Kawasan ini dikelola PT Surya Semesta Internusa Tbk. - suryainternusa.com
Kawasan Industri Surya Cipta, Kawarang. Kawasan ini dikelola PT Surya Semesta Internusa Tbk. - suryainternusa.com

Bisnis.com, JAKARTA – Ciptadana Sekuritas memperkirakan saham sektor kawasan industri cukup prospektif sampai dengan akhir tahun walaupun pandemi Covid-19 telah menahan modal langsung asing (foreign direct investment/FDI) masuk ke Indonesia.

Analis Ciptadana Sekuritas Yasmin Soulisa merekomendasikan beli untuk saham salah satu emiten kawasan industri yaitu PT Surya Semesta Internusa Tbk. dengan target harga Rp630 per saham.

Emiten bersandi saham SSIA ini diperkirakan turut mendapat berkah dari kemudahan yang diberikan Pemerintah Indonesia untuk investasi asing.

Adapun, pemerintah telah mengesahkan UU Cipta kerja yang di dalamnya terdapat ewat aturan peningkatan ekosistem investasi dan kegiatan berusaha.

“Walaupun Indonesia terpukul keras akibat pandemi Covid-19, kami optimistis kawasan industri akan bertahan karena aliran FDI di Indonesia terbukti masih kuat,” tulis Yasmin dalam riset terbarunya, dikutip pada Selasa (6/10/2020).

Yasmin mengingatkan bahwa SSIA juga akan segera meluncurkan proyek terbesarnya di kawasan industri Subang, Jawa Barat, bertajuk Subang Smartpolitant pada kuartal IV/2020.

VP Investor Relations and Corporate Communication Surya Semesta Internusa Erlin Budiman menyampaikan bahwa ground breaking Kawasan Industri Subang akan dilakukan pada November 2020.

Kawasan industri tersebut akan ditawarkan juga ke beberapa perusahaan asing yang berniat memindahkan pabriknya ke Indonesia.

“Untuk Subang, kami sudah melakukan roadshow tahun lalu ke beberapa negara seperti Jepang, China, dan Korea Selatan. Kami mengumpulkan cukup banyak interest untuk masuk ke Indonesia karena lokasi Subang ini strategis,” kata Erlin.

Lebih lanjut, Analis Ciptadana Sekuritas Yasmin Soulisa melihat bisnis SSIA memang terdampak oleh pandemi akibat beberapa investasi dari luar negeri terhambat masuk karena pemberlakuan lockdown.

Namun demikian, harapan kembalinya investasi ke kawasan industri setelah pandemi berakhir tetap tinggi. Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), saat ini terdapat 143 perusahaan asing yang berencana merelokasi investasinya ke Indonesia yaitu dari Amerika Serikat, Taiwan, Korea Selatan, Jepang, Hong Kong dan China.

Di lantai bursa, SSIA parkir di zona hijau dengan penguatan 0,45 persen menjadi Rp448 per saham pada akhir perdagangan Selasa (6/10/2020). Sejak tiga bulan terakhir, SSIA naik 14,87 persen dengan kapitalisasi pasar Rp2,11 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga saham surya semesta internusa
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top