Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PSBB DKI Jakarta Diperpajang, Bagaimana Nasib IHSG Pekan Depan?

Indeks harga saham gabungan (IHSG) diperkirakan mengalami tekanan kembali akibat adanya keputusan perpanjangan masa PSBB DKI Jakarta.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 27 September 2020  |  12:29 WIB
Pengunjung memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (14/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (14/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — Perpanjangan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk wilayah DKI Jakarta akan menjadi salah satu sentimen yang menjegal laju indeks harga saham gabungan pekan depan.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat 2,13 persen ke level 4.945,791 pada penutupan akhir pekan Jumat (25/9/2020). Rebound terjadi di tengah aksi jual asing yang mencapai Rp829,60 miliar.

Tercatat, sebanyak 302 saham menguat, 136 terkoreksi, dan 134 stagnan. Total nilai transaksi di seluruh papan perdagangan Rp7,33 triliun.

Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan dana asing terlihat terus keluar dari bursa Indonesia. Pihaknya mencatat asing terus melakukan penjualan selama 16 pekan.

“Selama 3 bulan terakhir, asing tercatat melakukan penjualan Rp28,39 triliun dan bila ditarik dari year to date, asing tercatat keluar Rp58,42 triliun. Hal ini tentu tidak baik karena investor asing tercatat memiliki 49,95 persen saham non warkat atau scripless,” paparnya melalui riset, Minggu (28/9/2020).

Hans menilai investor lokal cukup kuat mengangkat indeks di tengah tekanan jual asing. Namun, kondisi itu menurutnya belum dapat diketahui akan bertahan berapa lama.

“Salah satu faktor yang diperkirakan membuat dana asing keluar adalah penanganan Covid-19 yang lemah dan kasus baru yang terus naik,” paparnya.

Dia menyebut perpanjangan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Jilid II di wilayah DKI Jakarta sampai Oktober menjadi sentimen negatif bagi pasar. Kendati hanya untuk wilayah ibu kota, Jakarta dinilai memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia.

Hans memprediksi IHSG berpeluang menguat pada awal pekan dan cenderung melemah di tengah sampai akhir pekan. Indeksi diramal bergerak dengan level support 4.820 sampai 4.754 dan resistance 4.978 sampai 5.187 dengan kecenderungan melemah dalam sepekan kedepan.

Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah memperpanjang PSBB ketat untuk wilayah ibu kota hingga 11 Oktober 2020. Kebijakan itu telah berlaku terhitung mulai 14 September 2020.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG pasar modal covid-19 Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top