Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Masih Tajir, PT Timah Lunasi Obligasi Rp600 Miliar Pakai Kas Internal

Sekretaris Perusahaan Timah Muhammad Zulkarnaen mengatakan bahwa perseroan telah menyiapkan dana untuk melunasi obligasi yang jatuh tempo pada 28 September 2020.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 25 September 2020  |  08:35 WIB
Jajaran Komisaris dan Direksi baru PT Timah Tbk. setelah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Senin (10/2/2020) di Jakarta. -  Bisnis / Finna U. Ulfah
Jajaran Komisaris dan Direksi baru PT Timah Tbk. setelah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Senin (10/2/2020) di Jakarta. - Bisnis / Finna U. Ulfah

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten pertambangan mineral, PT Timah Tbk., siap membayar pokok dan bunga obligasi yang akan jatuh tempo dalam waktu dekat hingga mencapai Rp600 miliar.

Sekretaris Perusahaan Timah Muhammad Zulkarnaen mengatakan bahwa perseroan telah menyiapkan dana untuk melunasi pokok Obligasi Berkelanjutan I Timah Tahap I tahun 2017 seri A dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Timah Tahap I Tahun 2017 seri A yang akan jatuh tempo pada 28 September 2020.

“Dana sudah siap ada di rekening bank perseroan dan sumber pendanaannya semua dari internal perseroan tanpa pinjaman dari pihak manapun,” ujar Zulkarnaen kepada Bisnis, Kamis (24/9/2020).

Adapun, Obligasi Berkelanjutan I Timah Tahap I tahun 2017 seri A memiliki nilai pokok obligasi senilai Rp480 miliar dengan bunga gross sebesar Rp10,2 miliar. Sementara itu, Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Timah Tahap I Tahun 2017 seri A memiliki nilai pokok Rp120 miliar dengan bunga gross Rp2,55 miliar.

Dengan demikian, total nilai pokok obligasi yang akan dibayarkan TINS sebesar Rp600 miliar dengan total bunga gross sebesar Rp12,75 miliar.

Pembayaran obligasi dan sukuk itu kepada PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dilakukan paling lambat pada 25 September 2020.

Zulkarnaen pun menegaskan dengan pembayaran pokok dan bunga surat utang itu tidak akan mengganggu arus kas perseroan di tengah banyaknya ketidakpastian akibat pandemi Covid-19.

“Arus kas masih positif dan akan terus kami jaga tetap baik hingga akhir tahun ini,” paparnya.

Adapun, emiten berkode saham TINS itu mencatatkan kenaikan arus kas operasi pada semester I/2020 menjadi Rp3,17 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu minus Rp3,33 triliun.

Membaiknya cash flow operasi merupakan indikator sehatnya finansial emiten, sehingga TINS mampu membayar sebagian kewajiban jangka pendeknya.

Sebelumnya, Manajemen Timah mengatakan bahwa perseroan akan terus berupaya mengurangi liabilitas dalam rangka mitigasi pandemi Covid-19 untuk menjaga arus kas selama tahun pandemi.

Posisi utang bank jangka pendek perseroan pada akhir Juni 2020 sudah mampu turun 37 persen menjadi Rp5,56 triliun dibandingkan dengan Rp8,79 triliun pada akhir 2019.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi BUMN timah
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top