Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Live

Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini, 24 September 2020

Pada perdagangan Rabu (23/9/2020) rupiah ditutup melemah tipis 30 poin ke level Rp14.815 per dolar AS.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 24 September 2020  |  15:05 WIB
Karyawati menghitung uang dolar AS di Jakarta, Rabu (16/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Karyawati menghitung uang dolar AS di Jakarta, Rabu (16/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah diperkirakan masih melanjutkan pelemahannya pada perdagangan hari ini, Kamis (24/9/2020).

Pada perdagangan Rabu (23/9/2020) rupiah ditutup melemah tipis 30 poin ke level Rp14.815 per dolar AS. Rupiah sempat dibuka menguat tipis ke posisi Rp14.775 di awal perdagangan. Sepanjang sesi pertama, rupiah bergerak di rentang Rp14.765 s.d Rp14.839 per dolar AS.

Pada saat yang sama, indeks dolar terpantau naik 0,15 persen ke posisi 94,1330 pada pukul 15.03 WIB. Indeks dolar mengukur kekuatan mata uang dolar AS terhadap sekeranjang mata uang utama dunia lainnya.

Adapun pada perdagangan hari ini, indeks dolar AS terpantau melemah 0,083 poin atau 0,09 persen ke level 94,306 pada pukul 07.49 WIB. 

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan dalam perdagangan hari ini kemungkinan mata uang garuda belum bisa bangkit dan masih akan berkutat di zona merah.

“Kamis ini kemungkinan mata uang rupiah akan di buka melemah di 20—50 poin di level 14.800-14.870,” kata Ibrahim dalam risetnya, seperti dikutip Bisnis, Rabu (23/9/2020)

Ibrahim menyebut ada sejumlah sentimen yang perlu dicermati dalam pergerakan nilai tukar rupiah, salah satunya perkembangan rancangan Undang-undang Bank Indonesia yang dianggap janggal oleh investor asing. 

Pasalnya, amandemen UU BI tersebut dinilai bakal membuka peluang Menteri Keuangan bisa mempengaruhi BI untuk ikut mendanai deficit anggaran. Adapun RUU tersebut saat ini masih tahap awal dan di Banggar DPR.

Sementara itu, dari global setidaknya ada dua sentimen yakni rilis data ekonomis AS yang menunjukkan penjualan rumah melonjak hingga 6 juta pad Agustus dan kemungkinan The Fed menaikkan suku bunga acuan mencapai rata-rata 2 persen.

Di sisi lain, munculnya kasus Covid-19 di Eropa dan AS mendorong investor untuk cenderung memilih mata uang greenback, apalagi dengan kemungkinan perpanjangan lockdown di Inggris.

Bagaimana pergerakan nilai tukar rupiah hari ini? Simak terus secara live di Bisnis.com!

15:05 WIB

Pukul 14.59 WIB: Rupiah Ditutup Melemah 75 Poin

Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup melemah 75 poin atau 0,51 persen ke level Rp14.890 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS terpantau menguat 0,079 poin atau 0,08 persen ke level 94,31 pada pukul 14.53 WIB.

14:40 WIB

Pukul 14.11 WIB: Rupiah Melemah 84 Poin

Nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau melemah 84 poin atau 0,57 persen ke level Rp14.899 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS terpantau menguat 0,028 poin atau 0,03 persen ke level 94,417 pada pukul 14.26 WIB.

11:37 WIB

Pukul 11.06 WIB: Rupiah Melemah 85 Poin

Nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau melemah 85 poin atau 0,57 persen ke level Rp14.900 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS terpantau menguat 0,023 poin atau 0,02 persen ke level 94,412 pada pukul 11.21 WIB.

10:13 WIB

Pukul 10.09 WIB: Rupiah Melemah 76 Poin

Nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau melemah 76 poin atau 0,52 persen ke level Rp14.891 per dolar AS pagi ini.

Sementara itu, indeks dolar AS terpantau melemah hanya 0,002 poin ke level 94,387 pada pukul 10.01 WIB.

09:06 WIB

Pukul 09.02 WIB: Rupiah Dibuka Melemah

Nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka melemah 10 poin atau 0,7 persen ke level Rp14.825 per dolar AS pagi ini.

Sementara itu, indeks dolar AS terpantau melemah 0,085 poin atau 0,09 persen ke level 94,304 pada pukul 08.49 WIB.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah dolar as
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top