Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bukan Emas, Ini Aset Investasi yang Paling Moncer Tahun Ini

Indeks yang melacak pergerakan sejumlah aset ini telah bergerak menguat lebih dari 66 persen sepanjang tahun berjalan 2020. Kinerja itu jauh lebih tinggi dibandingkan dengan aset investasi lainnya seperti saham, obligasi, aset-aset komoditas, bahkan emas.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 23 September 2020  |  15:44 WIB
Cryptocurrency - Istimewa
Cryptocurrency - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Di saat investor mengira emas merupakan aset investasi yang paling berkilau saat ini, ternyata kripto tercatat menjadi aset investasi dengan kinerja terbaik sepanjang tahun berjalan 2020, mengalahkan kinerja emas.

Berdasarkan data Bloomberg, Indeks Bloomberg Galaxy Crypto yang mengukur kekuatan sekumpulan aset kripto telah bergerak menguat lebih dari 66 persen sepanjang tahun berjalan 2020.

Kinerja itu jauh lebih tinggi dibandingkan dengan aset investasi lainnya seperti saham, obligasi, dan aset-aset komoditas. Bahkan, lebih moncer dibandingkan dengan emas yang hanya tercatat naik sekitar 20 persen secara year to date.

Jika lebih diperinci dari indeks tersebut, penguatan sepanjang tahun berjalan 2020 itu dipimpin oleh ethereum yang berhasil menguat hingga 161 persen, disusul oleh bitcoin yang naik 45,6 persen, dan koin XRP yang naik 21,44 persen

Kepala Eksekutif Manajemen Aset Kripto Two Prime Marc Fleury mengatakan bahwa pasar kripto telah berhasil bertahan dengan baik selama krisis Covid-19. Hal itu sebagian karena aset kripto Bitcoin kerap dianggap sebagai aset safe haven seperti emas.

Dengan demikian, ketika risiko pasar naik berlipat ganda bitcoin juga mendapatkan momentum untuk bergerak lebih tinggi.

“Instrumen ini sangat halus bekerja dengan baik ketika ekonomi riil sedang dalam jeda akibat pandemi Covid-19,” ujar Fleury seperti dikutip dari Bloomberg, Rabu (23/9/2020).

Selain itu, Ahli Strategi Bloomberg Intelligence Mike McGlone mengatakan bahwa penguatan aset mata uang digital tersebut didukung oleh peningkatan adopsi keuangan terdesentralisasi atau yang disebut DeFi.

Untuk diketahui, DeFi adalah sebuah sistem yang bertujuan untuk menghadirkan layanan keuangan terbuka dan transparan.

Secara umum, DeFi memungkinkan orang melakukan hal-hal seperti meminjamkan atau meminjam dana dan mendapatkan bunga di rekening seperti tabungan tanpa perlu perantara tradisional seperti bank.

Adapun, sistem DeFi itu lebih banyak dijalankan di blockchain Ethereum

“DeFi telah mendorong harga Ethereum lebih tinggi sehingga mempertahankan status kepemimpinan Ethereum di antara aset kripto lainnya,” ujar McGlone seperti dikutip dari Bloomberg, Rabu (23/9/2020).

Sementara itu, Kepala Produk Fasset Aziz Zainuddin mengatakan bahwa secara keseluruhan, minat investor pada aset kripti semakin meluas karena pengembangan pasar derivatif untuk Bitcoin dan Ethereum yang semakin menarik.

Dia menjelaskan adopsi DeFi yang lebih luas itu juga telah menyebabkan lonjakan minat terhadap kontrak Ethereum.

“Saat ini banyak investor ritel dari aset kripto mulai banyak yang beralih ke pasar derivatif aset kripto untuk lebih memaksimalkan keuntungan mereka, apalagi di saat seperti ini,” papar Aziz.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bitcoin cryptocurrency
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top