Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kepanikan PSBB Jakarta Mereda, Bagaimana Proyeksi IHSG?

Kepanikan pasar terhadap penerapan PSBB Jakarta pekan ini dinilai sudah mereda, sehingga dapat memengaruhi laju Indeks Harga Saham Gabungan.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 20 September 2020  |  05:18 WIB
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (23/6/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (23/6/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Pekan lalu, para pelaku pasar dibuat cemas dengan rencana pemberlakuan kembali pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di wilayah DKI Jakarta, sehingga memengaruhi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Pengumuman Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Rabu (9/9/2020) malam langsung disambut koreksi indeks harga saham gabungan (IHSG) sebesar 5,01 persen sesi Kamis (10/9/2020).

Selanjutnya, IHSG mampu bangkit dua sesi berturut-turut. Bahkan, indeks mampu parkir di zona hijau dengan menguat 2,89 persen saat pemberlakuan kembali PSBB Jakarta hari pertama pada Senin (14/9/2020).

Indeks menguat 0,413 persen atau 20,822 poin ke level 5.059,223 saat penutupan Jumat (18/9/2020).

Pengamat Pasar Modal dari Universitas Indonesia Budi Frensidy mengatakan IHSG berada di kisaran 5.000—5.100 adalah wajar. Kepanikan terhadap penerapan kembali PSBB menurutnya sudah reda.

“Saya pikir wajarnya [IHSG] akan berada di 5.000 hingga 5.100 untuk 1 minggu—2 minggu ke depan sambil menunggu laporan keuangan kuartal III/2020,” jelasnya.

Senior Vice President Research PT Kanaka Hita Solvera Janson Nasrial mengatakan IHSG pekan ini diwarnai oleh aksi profit taking. Akibatnya, indeks kesulitan melewati level 5.200.

“Jadi, minggu depan masih rentan koreksi lagi minimal di 4.900—4.950,” ujarnya.

Dalam riset yang dipublikasikan, Tim Analis J.P. Morgan menuliskan berhati-hati di pasar saham Indonesia. Kebijakan pemberlakuan kembali PSBB dinilai sebagai kejutan negatif.

J.P. Morgan menyebut target IHSG akhir 2020 di level 5.250 yang ditetapkan pada April 2020 telah tercapai. Pergerakan indeks telah naik 31 persen sejak posisi terdalam pada Maret 2020.

“Sekarang menyiratkan kenaikan terbatas 1 persen hingga akhir tahun,” tulis Tim Analis J.P. Morgan melalui riset.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top